Key insights and market outlook
Tim ekonomi Bank Mandiri memproyeksikan Bank Indonesia (BI) akan mempertahankan BI Rate di level 4,75% pada rapat Dewan Gubernur Desember 2025 karena tekanan terhadap Rupiah yang masih tinggi. Bank sentral diprediksi akan mengambil langkah konservatif di tengah ketidakpastian pasar keuangan global dan volatilitas Fed Funds Rate. Bank Mandiri memprediksi potensi penurunan suku bunga di 2026 seiring meredanya tekanan eksternal dan terjaganya stabilitas domestik.
Tim riset ekonomi Bank Mandiri memprediksi bahwa Bank Indonesia akan mempertahankan BI Rate saat ini di 4,75% pada rapat Dewan Gubernur Desember 2025. Prediksi ini terutama didorong oleh tekanan yang masih tinggi terhadap Rupiah. Tim ekonomi yang dipimpin oleh Dian Ayu Yustina, Kepala Departemen Riset Makroekonomi, menekankan bahwa fokus bank sentral saat ini seimbang antara mendukung pertumbuhan ekonomi dan menjaga stabilitas mata uang.
Analisis menunjukkan bahwa meskipun terdapat probabilitas 90% penurunan Fed Funds Rate, dampaknya terhadap Rupiah masih belum pasti. Dian Ayu mencatat bahwa volatilitas tinggi di pasar valuta asing kemungkinan akan mendorong bank sentral untuk mengambil langkah konservatif hingga akhir 2025. Akibatnya, potensi penurunan suku bunga kini diperkirakan baru akan terjadi di 2026.
Bank Mandiri memproyeksikan bahwa dua potensi penurunan suku bunga mungkin terjadi di 2026 seiring dengan meredanya tekanan eksternal dan terjaganya stabilitas domestik. Perkiraan ini didukung oleh pernyataan Gubernur BI Perry Warjiyo bahwa meskipun ada ruang untuk pelonggaran moneter, waktu dan besarannya akan sangat bergantung pada perkembangan ekonomi global dan domestik. Warjiyo menekankan bahwa BI akan terus mengadopsi pendekatan berbasis data dalam pengambilan keputusan kebijakan moneter.
Gubernur BI juga menyoroti bahwa meskipun telah dilakukan pemangkasan suku bunga sebesar 125 basis poin di 2025, suku bunga perbankan belum turun secepat yang diinginkan. Hal ini menyebabkan fokus pada peningkatan efektivitas transmisi kebijakan moneter sekaligus menjaga stabilitas mata uang dalam jangka pendek. Bank sentral terus memantau indikator ekonomi domestik dan internasional dengan saksama.
BI Rate Decision
Monetary Policy Outlook
Currency Pressure