Key insights and market outlook
Bank Mandiri tetap optimistis bahwa konsumsi domestik akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional di awal 2026, didukung oleh inflasi yang stabil dan peningkatan daya beli masyarakat. Ekonom Utama Bank Mandiri, Andry Asmoro, menyatakan bahwa konsumsi telah kuat sejak periode Natal dan Tahun Baru dan diperkirakan berlanjut ke Q1 2026, didukung stimulus pemerintah dan faktor musiman seperti Ramadan dan Idul Fitri. Inflasi tetap dalam rentang target pada 2,92% YoY di Desember 2025.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) tetap optimistis bahwa konsumsi domestik akan terus menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi Indonesia di awal 2026. Ekonom Utama Bank Mandiri, Andry Asmoro, menekankan bahwa konsumsi telah menunjukkan kekuatan signifikan sejak periode Natal dan Tahun Baru, didukung oleh inflasi yang stabil dan peningkatan daya beli masyarakat.
Tren konsumsi positif ini didukung oleh tingkat inflasi Indonesia yang tetap dalam rentang target pemerintah 1,5% hingga 3,5% di 2025. Pada Desember 2025, tingkat inflasi nasional tercatat sebesar 2,92% year-on-year (YoY), menunjukkan kondisi harga yang stabil di tengah aktivitas ekonomi yang terus berjalan. Secara bulanan, inflasi Desember 2025 tercatat sebesar 0,64%, sedikit lebih tinggi dari bulan sebelumnya karena meningkatnya permintaan selama liburan.
Beberapa faktor yang berkontribusi pada pertumbuhan konsumsi yang kuat:
Prospek ekonomi positif ini sejalan dengan kinerja keuangan Bank Mandiri yang solid. Hingga akhir November 2025, penyaluran kredit bank tumbuh sebesar 13,1% year-on-year menjadi Rp1.452 triliun. Pertumbuhan kredit yang kuat ini didukung oleh pengelolaan likuiditas yang efektif dan kualitas aset yang stabil, memperkuat peran Bank Mandiri sebagai mitra strategis pembangunan ekonomi nasional.
Memasuki 2026, Bank Mandiri memperkirakan inflasi akan tetap dalam rentang yang terkendali, didukung oleh kondisi pasokan pangan yang kondusif. Stabilitas ini kemungkinan akan memberikan ruang bagi pertumbuhan konsumsi yang berkelanjutan, mempertahankan permintaan domestik sebagai pendorong utama ekspansi ekonomi nasional.
Strong Domestic Consumption Growth
Stable Inflation Rate
Credit Disbursement Growth