Key insights and market outlook
PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) telah memperkuat komitmennya terhadap ekonomi berkelanjutan melalui prinsip-prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dengan mencapai pendanaan berkelanjutan sebesar Rp310 triliun pada kuartal III-2025. Kerangka ESG bank ini mencakup tiga pilar: Perbankan Berkelanjutan (Sustainable Banking), Operasi Berkelanjutan (Sustainable Operation), dan Keterlibatan Berkelanjutan di Luar Perbankan (Sustainability Beyond Banking). Portofolio hijau Mandiri mencapai Rp159 triliun, menguasai lebih dari 35% pangsa pasar di antara bank-bank nasional besar. Bank ini menargetkan Operasional Nol Emisi Bersih pada tahun 2030 dan telah memperluas inklusi keuangan digital melalui Livin' Merchant, menjangkau 1,8 juta pengguna non-perkotaan.
PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) terus memperkuat komitmennya terhadap ekonomi berkelanjutan melalui implementasi prinsip-prinsip Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG). Kerangka ESG Bank Mandiri terdiri dari tiga pilar utama: Perbankan Berkelanjutan, Operasi Berkelanjutan, dan Keberlanjutan di Luar Perbankan.
Di bawah pilar Perbankan Berkelanjutan, Bank Mandiri mencatat kinerja yang solid dalam pembiayaan berkelanjutan. Portofolio pembiayaan mencapai Rp310 triliun, tumbuh sebesar 8,7% pada Q3-2025 dibandingkan dengan Rp285 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Portofolio pembiayaan hijau mencapai Rp159 triliun, meningkat sebesar 12% tahun-ke-tahun (YoY), menjadikan Bank Mandiri menguasai lebih dari 35% pangsa pasar di antara bank nasional besar lainnya. Portofolio sosial mencapai Rp151 triliun, tumbuh sebesar 5,3%, dengan pembiayaan UMKM sebagai andalan.
Di bawah pilar Operasi Berkelanjutan, Bank Mandiri terus memperkuat proses operasional yang ramah lingkungan dengan menargetkan Operasi Nol Emisi pada 2030. Upaya ini diwujudkan melalui berbagai inisiatif seperti optimalisasi bangunan hijau, penggunaan kendaraan listrik dan hibrida, pemasangan stasiun pengisian, dan pemanfaatan panel surya. Bank juga telah memperkuat tata kelola perusahaan, termasuk peningkatan perlindungan data pribadi dan keamanan siber untuk menjaga kepercayaan pelanggan.
Melalui pilar Keberlanjutan di Luar Perbankan, Bank Mandiri memperluas inklusi keuangan berbasis digital melalui platform Livin' Merchant, yang menargetkan pelaku usaha, terutama UMKM. Hingga September 2025, 62% pengguna Livin' Merchant berasal dari area non-perkotaan, setara dengan 1,8 juta pengguna. Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Bank telah mencapai lebih dari 60.000 penerima manfaat di berbagai wilayah melalui empat program unggulan: Pasar Murah Mandiri, Mandiri Bakti Kesehatan, Aksi Bersih Mandiri, dan Mandiri Peduli Sekolah.
Komitmen Bank Mandiri terhadap keberlanjutan telah mendapatkan pengakuan luar biasa dari pengamat eksternal. Sustainalytics, lembaga pemeringkat ESG, mencatat perbaikan pada risiko ESG Bank Mandiri menjadi "risiko yang dapat diabaikan" dengan skor 9,5 pada September 2025, turun dari "risiko sedang" dengan skor 27,6 pada 2024. Penurunan skor ini mencerminkan penguatan nyata dalam implementasi prinsip-prinsip ESG di seluruh bisnis perusahaan.
Sebagai mitra strategis Pemerintah, Bank Mandiri berperan aktif dalam mendukung agenda Asta Cita Presiden Prabowo, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pendidikan, kesehatan, dan memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia, serta inisiatif ekonomi hijau dan ekonomi biru. Upaya Bank diarahkan untuk menciptakan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan melalui sinergi dan kolaborasi yang konsisten.
ESG Framework Implementation
Sustainable Financing Growth
Digital Inclusion Expansion