Key insights and market outlook
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatatkan kredit korporasi sebesar Rp557 triliun pada September 2025, tumbuh 12% tahun-ke-tahun dan berkontribusi 32% terhadap total pinjaman. Segmen korporasi tetap menjadi pendorong utama pertumbuhan bank, didukung oleh pembiayaan pertambangan, perkebunan, dan infrastruktur. Sementara itu, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai Rp38,11 triliun kepada 329.012 pelaku UMKM hingga Oktober 2025, mencapai 92,96% dari target tahunan.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) melaporkan pertumbuhan signifikan pada portofolio kredit korporasinya, mencapai Rp557 triliun pada September 2025. Ini mewakili peningkatan 12% tahun-ke-tahun dan menyumbang 32% dari total pinjaman bank. Kinerja kuat ini terutama didorong oleh tiga sektor utama: pembiayaan pertambangan, perkebunan, dan infrastruktur.
Eksposur kredit korporasi bank meliputi:
Sektor-sektor ini tetap krusial bagi struktur industri dan pembangunan ekonomi Indonesia. Segmen korporasi terus menjadi mesin pertumbuhan utama Bank Mandiri, menunjukkan fokus strategis bank pada klien korporasi besar.
Bank Mandiri mencatat percepatan signifikan pada kredit investasi, dengan portofolio melonjak 42% tahun-ke-tahun menjadi lebih dari Rp254 triliun. Pertumbuhan ini menunjukkan permintaan kuat akan pembiayaan jangka panjang dari klien korporasi. Kemampuan bank untuk menyediakan pinjaman investasi besar memposisikannya sebagai pemain kunci dalam mendukung proyek pembangunan ekonomi Indonesia.
Dana segmen korporasi bank mencapai Rp324 triliun, dengan 81% disimpan dalam rekening CASA yang berbiaya rendah. Struktur pendanaan yang menguntungkan ini membantu menjaga margin bunga bersih bank. Kualitas aset tetap kuat, dengan rasio NPL korporasi stabil di 0,38% dan biaya kredit di 0,07%.
Bank Mandiri secara aktif mendukung UMKM melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hingga Oktober 2025, bank telah menyalurkan Rp38,11 triliun kepada 329.012 UMKM, mencapai 92,96% dari target tahunan Rp41 triliun. Penyaluran didominasi oleh sektor produktif, dengan 61,47% dialokasikan untuk aktivitas produksi.
Pertumbuhan pinjaman yang kuat berkontribusi pada kinerja keuangan bank secara keseluruhan. Hingga akhir September 2025, Bank Mandiri melaporkan laba bersih konsolidasi sebesar Rp37,7 triliun dan total aset konsolidasi Rp2.563 triliun, mewakili peningkatan 10,3% tahun-ke-tahun. Kemampuan bank untuk menjaga kualitas aset sambil memperluas kredit menunjukkan praktik manajemen risiko yang kuat.
Corporate Credit Growth
KUR Distribution
Investment Loan Surge