Key insights and market outlook
PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) menyatakan tidak mempertimbangkan opsi merger meskipun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berencana menghapus kategori KBMI I, yang mewajibkan bank memiliki modal minimal Rp 6 triliun untuk diklasifikasikan di bawah KBMI 2. Bank saat ini lebih fokus pada perluasan produk daripada peningkatan modal atau konsolidasi.
PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB), yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, menyatakan bahwa saat ini tidak mempertimbangkan merger meskipun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berencana menghapus kategori KBMI I. OJK telah mendorong konsolidasi di antara bank-bank dalam kategori KBMI I karena mereka perlu meningkatkan modal inti menjadi minimal Rp 6 triliun untuk diklasifikasikan ulang di bawah KBMI 2.
Eri Budiono, Direktur Utama Bank Neo Commerce, menyatakan bahwa bank tidak mempertimbangkan opsi merger saat ini. Setelah menerima surat dari OJK, bank mulai mengkaji peraturan baru tersebut. Budiono menekankan bahwa peningkatan modal bukan prioritas utama bank saat ini. Sebaliknya, Bank Neo Commerce berkonsentrasi pada perluasan penawaran produk untuk meningkatkan posisinya di pasar.
Keputusan OJK untuk menghapus kategori KBMI I merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk memperkuat sektor perbankan melalui konsolidasi. Bank-bank yang saat ini diklasifikasikan di bawah KBMI I memiliki modal terbatas dan diharapkan untuk meningkatkan modal mereka atau mempertimbangkan merger untuk memenuhi persyaratan baru. Regulasi ini bertujuan menciptakan industri perbankan yang lebih kuat dengan mendorong lembaga keuangan yang lebih besar dan stabil.
OJK KBMI I Category Elimination
Bank Neo Commerce Merger Decision