Key insights and market outlook
PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) berencana untuk membagikan dividen dalam dua tahun ke depan setelah menyelesaikan retained loss saat ini. CEO Bank Neo Commerce, Eri Budiono, menyatakan bahwa pembayaran dividen saat ini belum memungkinkan karena adanya retained loss. Bank saat ini memprioritaskan pemulihan keuangan dan menyelesaikan rugi ditahan sebelum mempertimbangkan pembagian dividen.
PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB), yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, telah mengumumkan rencana untuk membagikan dividen dalam dua tahun ke depan. Menurut CEO Eri Budiono, bank saat ini fokus pada penyelesaian rugi ditahan, yang merupakan langkah kunci sebelum pembayaran dividen dapat dipertimbangkan.
Pemulihan keuangan bank menjadi prioritas utama saat ini. Eri Budiono menjelaskan dalam presentasi publik bahwa adanya rugi ditahan menjadi alasan utama dividen belum dapat dibagikan saat ini. Situasi ini umum terjadi pada bank yang sedang menjalani restrukturisasi keuangan.
Setelah rugi ditahan diselesaikan, Bank Neo Commerce berencana untuk memulai pembayaran dividen. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan nilai pemegang saham dan mencerminkan kesehatan keuangan bank yang membaik. Target untuk memulai pembayaran dividen ditetapkan dua tahun dari periode saat ini, menunjukkan timeline yang jelas untuk pemulihan keuangan dan kembali ke profitabilitas.
Dividend Payment Planning
Retained Loss Resolution