Key insights and market outlook
PT Bank Permata Tbk (BNLI) telah mencapai pertumbuhan aset 10 kali lipat sejak merger pada 2002, dengan aset meningkat dari Rp29,2 triliun menjadi Rp269 triliun. Ekuitas bank tumbuh dari Rp1,6 triliun menjadi Rp54,27 triliun hingga September 2025. Laba bersih mencapai Rp2,88 triliun pada kuartal III/2025, menunjukkan kenaikan 3,49% tahun-ke-tahun. Portofolio kredit tumbuh 7,17% YoY menjadi Rp134,71 triliun, sementara dana pihak ketiga meningkat 6,87% menjadi Rp195,87 triliun.
PT Bank Permata Tbk (BNLI) telah berhasil mentransformasikan dirinya selama dua dekade sejak merger pada 2002. Aset bank telah tumbuh 10 kali lipat dari Rp29,2 triliun menjadi Rp269 triliun. Direktur Utama Meliza Musa Rusli menyoroti pencapaian signifikan ini selama kunjungannya ke Bisnis Indonesia, Jakarta.
Bank Permata dibentuk melalui merger lima bank: PT Bank Bali Tbk, PT Bank Universal Tbk, PT Bank Artamedia, PT Bank Patriot, dan PT Bank Prima Ekspress. Pada 2004, Standard Chartered Bank dan PT Astra International Tbk mengakuisisi Permata Bank dan memulai proses transformasi menyeluruh. Pada 2006, kepemilikan gabungan mereka meningkat menjadi 89,01%. Pada Mei 2020, Bangkok Bank mengakuisisi bank ini, yang saat ini memegang saham 89,12%. Bank meluncurkan logo baru pada September 2024, berubah dari berlian menjadi simbol teratai, mencerminkan kepemilikan baru.
Kinerja keuangan bank tetap kuat dengan:
Transformasi ini menunjukkan adaptasi Bank Permata yang berhasil terhadap perubahan kondisi pasar dan komitmennya terhadap pertumbuhan di bawah struktur kepemilikan yang berbeda.
Asset Growth Achievement
Equity Expansion
Profit Increase