Key insights and market outlook
PT Bank Permata Tbk (BNLI) saat ini sedang mengkaji pengembangan layanan buy now pay later (BNPL) atau paylater, dengan mempertimbangkan kebijakan terbaru dari regulator. Division Head Consumer Lending Permata Bank, Haryanto, mengonfirmasi bahwa mereka sedang mengevaluasi potensi paylater, mengikuti pedoman baru dari regulator. Langkah ini sejalan dengan tren pertumbuhan pasar BNPL di Indonesia, yang mencatat pertumbuhan kredit BNPL sebesar 20,34% YoY menjadi Rp26,20 triliun pada November 2025.
PT Bank Permata Tbk (BNLI) saat ini secara aktif mempertimbangkan untuk memasuki pasar buy now pay later (BNPL) atau paylater, dengan melakukan penilaian pengembangan produk yang selaras dengan pedoman regulasi terbaru. Haryanto, Division Head Consumer Lending Permata Bank, mengonfirmasi bahwa bank sedang mengevaluasi potensi layanan paylater.
Penilaian ini mencakup tinjauan kebijakan terbaru dari regulator keuangan untuk memastikan kepatuhan sambil mengeksplorasi peluang pasar. "Kami sedang melakukan assessment. Paylater, termasuk kebijakan terbaru dari regulator, sedang kami evaluasi," kata Haryanto dalam wawancara di Jakarta.
Pengembangan ini bukan hal baru bagi Permata Bank. Pada Oktober 2024, manajemen bank telah mengungkapkan niatnya untuk terjun ke layanan paylater. Djumariah Tenteram, Direktur Consumer Banking, menyebutkan bahwa bank berencana memperkenalkan layanan ini sesegera mungkin, meskipun belum ada timeline pasti. "Ya, secepat mungkin," jawab Djumariah ketika ditanya tentang timeline peluncuran.
Riga Sunkara, Division Head Digital Business Permata Bank, menyoroti bahwa umpan balik pelanggan mengenai fitur paylater dipertimbangkan dalam pengembangan aplikasi mobile banking mereka, Permata ME. "Semua umpan balik, termasuk permintaan untuk paylater, akan digunakan untuk pengembangan di masa depan untuk memastikan perbaikan berkelanjutan," jelas Riga.
Pasar BNPL di Indonesia telah menunjukkan pertumbuhan signifikan. Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), portofolio kredit BNPL mencapai Rp26,20 triliun pada November 2025, tumbuh 20,34% year-on-year. Jumlah rekening BNPL juga melonjak menjadi 31,47 juta, dengan rasio NPL gross sebesar 2,04% pada periode yang sama.
Saat Permata Bank terus melakukan penilaian, bank kemungkinan akan memanfaatkan tren pertumbuhan pasar ini sambil memastikan kepatuhan terhadap persyaratan regulasi. Pengembangan layanan paylater dapat meningkatkan penawaran digital banking Permata Bank dan memperkuat posisi kompetitifnya di sektor perbankan Indonesia.
BNPL Service Development Assessment
Regulatory Compliance Review