Key insights and market outlook
PT Bank Raya Indonesia (AGRO) tetap optimis terhadap pertumbuhan perbankan digital meskipun kepercayaan konsumen terhadap bank digital masih rendah dibandingkan bank tradisional. Bank ini fokus pada literasi digital, investasi teknologi, dan manajemen risiko untuk memperkuat posisinya. Sektor jasa keuangan digital Indonesia diproyeksikan mencapai US$538 miliar dalam Gross Transaction Value (GTV) pada 2025, didorong penetrasi internet yang meningkat dan transaksi digital yang tumbuh 38,08% YoY hingga Q3 2025.
PT Bank Raya Indonesia Tbk. (AGRO) tetap percaya diri terhadap potensi pertumbuhan perbankan digital di Indonesia meskipun laporan terbaru menunjukkan kepercayaan konsumen terhadap bank digital masih lebih rendah dibandingkan bank tradisional. Direktur Keuangan Bank Raya, Rustarti Suri Pertiwi, menekankan bahwa tingkat penetrasi internet yang tinggi dan peningkatan literasi keuangan di Indonesia menjadi pendorong utama pertumbuhan perbankan digital.
Laporan e-Conomy SEA 2025 oleh Google, Temasek, dan Bain & Company mengungkapkan bahwa meskipun jasa keuangan digital tumbuh cepat, hampir 46% konsumen Indonesia masih lebih percaya bank tradisional daripada layanan keuangan digital. Laporan tersebut menyarankan agar platform fokus pada pembiayaan modal kerja untuk usaha mikro dan kecil untuk menjembatani kesenjangan ini.
Bank Raya sedang mempersiapkan diri menghadapi kompetisi ketat di bidang perbankan digital dengan memperkuat enabler bisnis utamanya. Bank ini percaya bahwa membangun hubungan pelanggan yang mendalam dan berorientasi nilai akan menjadi kunci pertumbuhan berkelanjutan di sektor jasa keuangan digital.
Digital Banking Growth Strategy
Financial Technology Investment