Bank Sampoerna Sees Potential in Local F&B and Retail MSMEs Amid Economic Pressures
Back
Back
5
Impact
6
Urgency
Sentiment Analysis
BearishNeutralBullish
PublishedJan 14
Sources2 verified

Bank Sampoerna Lihat Potensi di UMKM F&B Lokal dan Ritel di Tengah Tekanan Ekonomi

Tim Editorial AnalisaHub·14 Januari 2026
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Bank Sampoerna mengidentifikasi sektor makanan dan minuman (F&B) lokal dan ritel sebagai segmen UMKM yang menjanjikan meskipun ada tantangan ekonomi di 2025. Bank ini menekankan pentingnya adaptasi digital dan praktik pemberian pinjaman yang prudent sambil memproyeksikan tekanan lanjutan pada UMKM karena ketidakpastian suku bunga global dan fluktuasi harga komoditas. Bank Sampoerna mempersiapkan diri menghadapi tantangan ini melalui kemitraan fintech strategis dan layanan perbankan personal.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Bank Sampoerna Identifikasi Sektor UMKM Tahan Lama di Tengah Tantangan Ekonomi

F&B Lokal dan Ritel Tunjukkan Potensi

PT Bank Sahabat Sampoerna telah mengidentifikasi sektor makanan dan minuman (F&B) lokal dan ritel sebagai segmen yang menjanjikan dalam lanskap UMKM, meskipun ada tekanan ekonomi sepanjang 2025. Menurut Henky Suryaputra, Direktur Finance & Business Planning Bank Sampoerna, sektor-sektor ini menunjukkan ketahanan relatif karena permintaan domestik yang stabil dan fleksibilitas model bisnis 1

.

Tantangan dan Peluang dalam Pembiayaan UMKM

Bank ini menyoroti bahwa UMKM menghadapi tantangan ganda: perubahan perilaku konsumen menuju transaksi digital dan biaya logistik yang meningkat. Namun, UMKM yang berhasil beradaptasi dengan digitalisasi menunjukkan pertumbuhan yang lebih kuat dibandingkan dengan yang masih mengandalkan model konvensional 1

. Bank Sampoerna merespons tantangan ini melalui strategi pertumbuhan yang prudent, fokus pada kualitas aset dan keberlanjutan bisnis daripada sekadar kapasitas pembayaran saat ini.

Inisiatif Strategis untuk Mendukung UMKM

Untuk menangkap peluang pertumbuhan sambil mengelola risiko, Bank Sampoerna menerapkan model Bank as a Service (BaaS) melalui kemitraan fintech, dikombinasikan dengan layanan personal melalui jaringan cabang mereka. Bank ini melihat peningkatan adopsi pembayaran digital sebagai peluang signifikan bagi pertumbuhan UMKM, terutama di sektor yang berorientasi domestik 1

2.

Outlook Ekonomi dan Faktor Risiko

Memasuki 2026, Bank Sampoerna mengantisipasi tantangan lanjutan bagi UMKM karena ketidakpastian suku bunga global dan volatilitas harga komoditas. Bank menekankan perlunya seleksi debitur yang hati-hati dan manajemen risiko sambil mempertahankan pendekatan pemberian pinjaman yang hati-hati.

Konteks Industri dan Lingkungan Regulasi

Outlook bank ini konsisten dengan tren industri yang lebih luas. Gubernur BI, Perry Warjiyo, mencatat bahwa meskipun pertumbuhan kredit perbankan secara keseluruhan tetap positif sebesar 7,74% tahun-ke-tahun hingga November 2025, pertumbuhan kredit UMKM mengalami kontraksi sebesar 0,64% selama periode yang sama 1

. Kontraksi ini dikaitkan dengan peningkatan risiko kredit di segmen konsumen dan UMKM.

Sumber

  1. [Bisnis.com - UMKM Terjepit Dua Arah](
  2. [Bisnis.com - Bank Sampoerna Nilai F&B Lokal dan Ritel Menjanjikan](
Original Sources

Story Info

Published
3 days ago
Read Time
14 min
Sources
2 verified

Topics Covered

MSME FinanceDigital BankingFinancial Inclusion

Key Events

1

MSME Lending Growth Contraction

2

Digital Payment Adoption Increase

Timeline from 2 verified sources