Key insights and market outlook
PT Bank Sahabat Sampoerna mencatat penurunan laba bersih sebesar 79,5% menjadi Rp10,71 miliar di kuartal III/2025 dibandingkan Rp52,31 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Meskipun menghadapi tantangan, penyaluran kredit bank tumbuh signifikan menjadi Rp11,501 triliun hingga September 2025. Bank ini tetap berkomitmen mendukung UMKM sambil menghadapi penurunan pendapatan bunga bersih dan kontraksi aset.
PT Bank Sahabat Sampoerna melaporkan laba bersih Rp10,71 miliar untuk kuartal III/2025, menunjukkan penurunan signifikan sebesar 79,5% dari Rp52,31 miliar pada kuartal yang sama tahun 2024. Penurunan ini terjadi meskipun penyaluran kredit meningkat signifikan, dengan total kredit mencapai Rp11,501 triliun hingga September 2025, menunjukkan fokus bank dalam mendukung nasabahnya.
Bank ini tetap komitmen mendukung Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), dengan 64,53% dari total kredit disalurkan ke segmen ini. Rasio Loan to Deposit (LDR) berada pada 88,30%, menunjukkan peningkatan 3,8% dari 84,5% tahun sebelumnya. Bank juga fokus pada layanan perbankan digital, dengan transaksi melalui virtual account, pembayaran QRIS, dan transfer dana host-to-host mencapai 331 juta transaksi senilai Rp102 triliun dalam sembilan bulan pertama 2025.
Direktur Finance & Business Planning, Henky Suryaputra, menekankan komitmen bank dalam mendukung UMKM di tengah tantangan pasar. CEO Ali Yong menyoroti pentingnya kemitraan strategis, menyebutkan kolaborasi dengan lebih dari 50 perusahaan fintech, multifinance, koperasi, dan lembaga keuangan lainnya untuk mempercepat digitalisasi UMKM.
Meskipun bank mempertahankan margin bunga bersih (NIM) sebesar 4,4%, bank menghadapi tantangan kualitas aset, melaporkan NPL gross sebesar 4,12% dan NPL net sebesar 2,45% hingga September 2025. Manajemen bank menunjukkan bahwa tantangan ini sedang ditangani melalui pemantauan yang cermat dan penyesuaian strategis.
Q3 2025 Earnings Report
Credit Disbursement Growth
Digital Banking Transaction Surge