Key insights and market outlook
Bank Sinarmas dan STAR AM telah meluncurkan fasilitas kredit berbasis reksa dana pertama di Indonesia dengan menggunakan STAR Stable Income Fund sebagai aset underlying, mengimplementasikan POJK 33/2024. Model pembiayaan inovatif ini memberikan akses likuiditas bagi manajer investasi, memungkinkan proses redemption yang lebih cepat dan meningkatkan stabilitas dana. Kerja sama ini menandai perkembangan signifikan dalam inklusi keuangan dan efisiensi pasar modal Indonesia, menciptakan standar baru untuk manajemen risiko dan likuiditas di industri reksa dana.
Bank Sinarmas dan PT Surya Timur Alam Raya Asset Management (STAR AM) telah menjadi pionir industri dengan menetapkan fasilitas kredit yang didukung oleh aset reksa dana, khususnya STAR Stable Income Fund. Inisiatif ini mewakili implementasi pertama POJK 33/2024 tentang Penguatan Pengelolaan Investasi, menandai tonggak penting dalam pengembangan sektor keuangan Indonesia.
Model pembiayaan inovatif ini memungkinkan manajer investasi mengakses likuiditas dengan lebih efisien, sehingga mempercepat proses redemption dan menjaga stabilitas dana. Mekanisme ini menjawab kebutuhan yang sebelumnya belum terpenuhi di pasar modal Indonesia, berpotensi mentransformasi praktik manajemen risiko dan likuiditas industri reksa dana. Dengan menciptakan saluran pembiayaan baru berdasarkan aset reksa dana, kemitraan ini diharapkan dapat meningkatkan inklusi keuangan dan efisiensi pasar.
Erwin Faizal, Direktur STAR AM, menyoroti bahwa fasilitas kredit ini berfungsi sebagai solusi strategis untuk memenuhi kebutuhan likuiditas perusahaan sambil memperkuat layanan manajemen investasi profesional dan terpercaya mereka. Kolaborasi ini diharapkan berdampak positif pada pertumbuhan produk reksa dana dan mendukung inklusi keuangan yang lebih luas di Indonesia.
Ekajaya Ongny Putra, Direktur Lending & Wholesale Banking Bank Sinarmas, mengungkapkan antusiasme atas kemitraan inovatif ini, menekankan komitmen bank untuk menyediakan solusi likuiditas dan modal kerja yang relevan bagi lembaga keuangan non-bank sambil memperkuat ekosistem keuangan nasional.
Transaksi perintis ini diproyeksikan akan menciptakan paradigma efisiensi baru di pasar modal Indonesia dengan mempercepat proses redemption dan meningkatkan kepercayaan investor dalam investasi reksa dana. Peningkatan likuiditas dan kemampuan redemption yang lebih cepat kemungkinan akan meningkatkan partisipasi investor ritel di pasar reksa dana, berkontribusi pada pengembangan keseluruhan sektor keuangan.
Mutual Fund-Backed Credit Facility Launch
OJK Regulation 33/2024 Implementation