Key insights and market outlook
Saham perbankan mengalami pergerakan beragam di awal 2026, dengan hanya PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang menunjukkan kenaikan. Analis menilai variabilitas ini disebabkan oleh faktor teknikal sembari mengantisipasi sentimen positif di Kuartal I-2026 yang dapat mendorong harga naik. Bank-bank besar seperti PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mengalami penurunan antara 0,71% hingga 1,04%.
Saham sektor perbankan menunjukkan pergerakan beragam selama awal 2026, dengan pergerakan mereka terutama dipengaruhi oleh faktor teknikal. Meskipun bank-bank besar menunjukkan kinerja yang beragam, hanya PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang berhasil menutup perdagangan lebih tinggi di Rp 8.125, mencatatkan kenaikan 0,93%. Sebaliknya, saham bank besar lainnya seperti PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mengalami penurunan masing-masing sebesar 0,71%, 0,81%, dan 1,04%.
Meski saat ini bank-bank besar menunjukkan kinerja lesu, analis tetap optimis terhadap potensi perkembangan positif di Kuartal I-2026. Berbagai sentimen positif diharapkan muncul selama periode ini, yang berpotensi mendorong harga saham naik. Antisipasi ini didasarkan pada tren historis dan pengumuman keuangan mendatang yang kemungkinan akan mempengaruhi kepercayaan investor secara positif.
Pada penutupan perdagangan Jumat, 9 Januari 2026, harga saham bank-bank besar adalah sebagai berikut:
Pergerakan saham yang beragam mencerminkan dinamika pasar saat ini yang dipengaruhi oleh faktor teknikal, sementara kuartal mendatang diharapkan membawa katalis baru untuk potensi pertumbuhan.
Mixed Banking Stocks Performance
Technical Factors Influence Trading
Positive Sentiments Expected in Q1 2026