Key insights and market outlook
Badan Karantina Indonesia (Barantin) telah menerapkan kebijakan berdasarkan data ilmiah untuk memfasilitasi proses ekspor-impor yang lebih lancar bagi pelaku usaha. Langkah ini disambut baik oleh perusahaan impor-ekspor karena mengurangi kejadian penolakan komoditas di negara tujuan. Upaya Barantin telah menciptakan lingkungan bisnis yang lebih kondusif bagi eksportir Indonesia, terutama di pasar seperti Australia dan Cina.
Badan Karantina Indonesia (Barantin) telah membuat kemajuan signifikan dalam memperbaiki proses ekspor-impor bagi pelaku usaha dengan menerapkan kebijakan berdasarkan data ilmiah. Pendekatan ini sangat bermanfaat bagi eksportir Indonesia yang sebelumnya menghadapi tantangan dengan penolakan komoditas di pasar luar negeri 1
Toto Dirgantoro, Sekretaris Jenderal Gabungan Perusahaan Impor Indonesia (GPEI), mengakui bahwa kebijakan Barantin telah sangat membantu bisnis impor-ekspor. Pendekatan ilmiah Barantin telah mengurangi kasus penolakan barang di negara tujuan seperti Australia dan Cina karena masalah karantina. Perkembangan ini membuka peluang ekspor yang lebih luas bagi pelaku usaha Indonesia 1
Sahat Manaor Panggabean, Kepala Barantin, menekankan komitmen badan ini untuk bekerja sama erat dengan pelaku usaha. Ia menyoroti peran Barantin sebagai 'penjaga gawang' yang menyaring komoditas seperti hewan, ikan, dan tumbuhan yang masuk ke Indonesia. Panggabean mendorong pelaku usaha untuk mematuhi regulasi yang ada, mencatat bahwa kolaborasi ini krusial bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia dan untuk bersaing efektif dengan mitra internasional 2
Sinergi antara Barantin dan komunitas bisnis diharapkan dapat lebih meningkatkan kemampuan ekspor Indonesia. Dengan mempertahankan pendekatan berbasis ilmiah pada kebijakan karantina, Barantin kemungkinan akan terus memainkan peran penting dalam mendukung pembangunan ekonomi negara melalui fasilitasi perdagangan yang lebih baik.
Improved Export Opportunities
Scientific Quarantine Policies Implementation