Key insights and market outlook
Otoritas karantina Indonesia, Barantin, berencana untuk merevitalisasi laboratoriumnya agar memenuhi standar internasional pada 2026, meningkatkan efisiensi proses ekspor dan impor. Langkah ini bertujuan untuk mengurangi biaya logistik dan memperpendek waktu tinggal dengan menerapkan pendekatan pra-perbatasan yang memastikan kepatuhan terhadap persyaratan kesehatan dan keamanan hayati di negara asal.
Otoritas Karantina Indonesia (Barantin) berencana untuk melakukan peningkatan signifikan pada fasilitas laboratoriumnya agar sesuai dengan standar internasional pada tahun 2026. Langkah strategis ini dirancang untuk menyederhanakan proses ekspor dan impor negara, yang pada akhirnya mengurangi biaya logistik dan meningkatkan efisiensi operasi perdagangan.
Inti dari strategi Barantin adalah adopsi pendekatan pra-perbatasan. Ini melibatkan memastikan bahwa semua persyaratan kesehatan dan keamanan hayati dipenuhi di negara asal, sehingga memfasilitasi proses clearance yang lebih lancar dan efisien saat tiba di Indonesia. Menurut Sahat Manaor Panggabean, Kepala Barantin, metode ini akan secara signifikan mengurangi waktu tinggal dan kompleksitas yang terkait dengan inspeksi berlapis dan perbedaan dokumen.
Pendekatan pra-perbatasan diharapkan memiliki dampak positif pada lanskap logistik secara keseluruhan di Indonesia. Dengan memverifikasi kepatuhan terhadap persyaratan teknis di sumbernya, Barantin bertujuan untuk meminimalkan kebutuhan akan inspeksi ekstensif saat tiba. Ini tidak hanya mengurangi waktu yang dihabiskan komoditas di pelabuhan dan bandara tetapi juga memangkas biaya terkait, membuat perdagangan Indonesia lebih kompetitif di tingkat global.
Laboratory Revitalization Plan
Pre-border Approach Implementation