Key insights and market outlook
Meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak 21,61% di tahun 2025, beberapa saham justru menjadi pemberat performanya. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) memimpin penurunan, jatuh 16,80% dan menekan IHSG sebesar 99,72 poin. Kontributor signifikan lainnya termasuk PT Bayan Resources Tbk (BYAN) dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN). Para analis kini fokus pada rekomendasi saham untuk 2026, khususnya untuk BBCA dan BBRI.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah menunjukkan lonjakan signifikan sebesar 21,61% per 19 Desember 2025. Meskipun pertumbuhan keseluruhan ini positif, beberapa saham tertentu telah berdampak negatif pada performanya. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dengan kapitalisasi pasar kedua terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI), menjadi penekan terbesar, turun 16,80% dan menyebabkan penurunan IHSG sebesar 99,72 poin. Saham lain yang juga menekan IHSG termasuk PT Bayan Resources Tbk (BYAN) yang turun 21,23%, dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) di sektor energi.
Kapitalisasi pasar BBCA yang besar, yaitu Rp 982 triliun per 19 Desember 2025, membuat kinerjanya sangat berdampak pada IHSG. Penurunan harga saham BBCA menjadi faktor signifikan dalam pergerakan indeks secara keseluruhan. Sementara itu, saham besar lain seperti BYAN dan AMMN juga berkontribusi pada tekanan turun pada IHSG karena bobotnya yang signifikan dalam indeks.
Saat mendekati 2026, para analis fokus pada saham-saham yang berpotensi berkinerja baik. Baik BBCA maupun PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sedang diteliti untuk potensi mereka di tahun mendatang. Investor memantau saham-saham perbankan ini karena secara historis mereka menjadi pemain penting di pasar Indonesia. Kinerja saham-saham ini di 2026 kemungkinan akan dipengaruhi oleh berbagai faktor termasuk kondisi ekonomi, perubahan regulasi, dan sentimen pasar secara keseluruhan.
IHSG Performance Review 2025
Major Stocks Dragging IHSG
2026 Stock Recommendations