Key insights and market outlook
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) mengumumkan pembayaran dividen interim sebesar Rp55 dan Rp39,5 per saham masing-masing, menjadi sinyal kinerja keuangan yang kuat. Analis menilai ini sebagai indikator positif prospek mereka hingga akhir tahun, didorong oleh tanda-tanda pemulihan ekonomi, peningkatan kualitas kredit, dan dukungan likuiditas yang terus berlanjut.
Pengumuman dividen interim oleh PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) baru-baru ini diartikan sebagai sinyal positif terkait prospek kinerja keuangan mereka hingga akhir 2025. Analis investasi Ekky Topan dari Infovesta Kapital Advisori mencatat bahwa komitmen pembayaran dividen ini menunjukkan kinerja bank-bank tersebut yang solid meskipun terjadi fluktuasi ekonomi.
Outlook positif untuk BBCA dan BTPS didukung oleh beberapa faktor termasuk tanda-tanda pemulihan ekonomi nasional, peningkatan kualitas kredit setelah dua bulan kenaikan IKK (Indeks Pengendalian Inflasi), dan dukungan stimulus dan likuiditas yang terus berlanjut yang telah meningkatkan aktivitas ekonomi. 'Sektor perbankan akan diuntungkan oleh kondisi ini,' kata Ekky. Untuk BBCA, potensi kelanjutan inflow investasi asing, ditambah momentum window dressing dan ekspektasi penurunan suku bunga lebih lanjut, dapat mendorong saham menuju level Rp10.000.
BTPS juga menghadirkan peluang investasi yang menarik menurut Ekky. Keputusan bank untuk membagikan dividen interim menunjukkan profitabilitas dan arus kas yang kuat. Meskipun risiko kredit macet tetap relatif tinggi di segmen ultra-mikro, kondisi makroekonomi yang stabil dan kualitas kredit yang membaik dapat memfasilitasi pemulihan BTPS. Dengan valuasinya yang saat ini masih rendah, BTPS berpotensi mencapai Rp1.500-Rp1.800 pada akhir tahun jika momentum positif berlanjut.
BBCA mengumumkan dividen interim tunai sebesar Rp55 per saham untuk tahun buku 2025 (periode 1 Januari - 30 September 2025). BTPS, di sisi lain, mengumumkan dividen interim sebesar Rp39,5 per saham, yang totalnya mencapai Rp304,29 miliar. Pembayaran dividen ini mencerminkan keyakinan bank-bank tersebut pada posisi keuangan dan prospek masa depan mereka.
Interim Dividend Announcement
Positive Financial Outlook