Key insights and market outlook
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) memperkenalkan kriteria baru untuk nasabah BCA Prioritas, efektif mulai 10 November 2025. Syarat baru ini mencakup rata-rata Aset Under Management (AUM) sebesar Rp1 miliar selama tiga bulan, dengan saldo dana murah (CASA) minimal Rp250 juta atau CASA penuh Rp500 juta. Bank juga mengumumkan kenaikan biaya layanan menjadi Rp1 juta mulai Januari 2026, yang dapat dibebaskan jika nasabah memenuhi ambang saldo tertentu. BCA melaporkan laba bersih Rp43,4 triliun pada kuartal III/2025, tumbuh 5.7% year-on-year.
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), bank swasta terbesar di Indonesia, telah memperkenalkan kriteria baru untuk layanan perbankan eksklusif BCA Prioritas. Efektif mulai 10 November 2025, calon nasabah harus memenuhi ambang batas keuangan tertentu untuk memenuhi syarat layanan perbankan premium ini. Syarat baru mencakup rata-rata Aset Under Management (AUM) sebesar Rp1 miliar selama tiga bulan terakhir, ditambah dengan saldo dana murah (CASA) minimal Rp250 juta atau saldo CASA penuh Rp500 juta.
Bersamaan dengan kriteria baru, BCA juga mengumumkan perubahan struktur biaya layanan untuk nasabah BCA Prioritas. Mulai Januari 2026, biaya layanan tahunan akan naik dari Rp500.000 menjadi Rp1 juta. Namun, nasabah dapat menghindari biaya ini dengan mempertahankan ambang saldo tertentu - yaitu, AUM Rp1 miliar atau lebih, atau saldo CASA Rp500 juta atau lebih.
Pembaruan layanan prioritas BCA ini dirilis bersamaan dengan laporan kinerja keuangan bank yang kuat. Pada kuartal III/2025, BBCA mencatat laba bersih konsolidasi sebesar Rp43,4 triliun, mewakili pertumbuhan 5,7% year-on-year dari Rp41,1 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didukung oleh ekspansi kredit sebesar 7,6% year-on-year menjadi Rp944 triliun, yang didorong oleh penyaluran kredit yang berkualitas dan likuiditas yang terjaga.
Portofolio pinjaman BCA menunjukkan pertumbuhan yang bervariasi di berbagai segmen. Sektor korporasi memimpin dengan pertumbuhan 10,4% year-on-year menjadi Rp436,9 triliun, diikuti oleh pinjaman UKM yang tumbuh 7,7% menjadi Rp129,3 triliun, dan pinjaman komersial yang naik 5,7% menjadi Rp142,9 triliun. Pinjaman konsumen tumbuh lebih moderat sebesar 3,3% menjadi Rp223,6 triliun, dengan pinjaman hipotek secara khusus meningkat sebesar 6,4% menjadi Rp138,8 triliun.
Bank juga melaporkan pertumbuhan signifikan dalam pendanaan murah. Saldo CASA BCA tumbuh 9,1% year-on-year menjadi Rp999 triliun, sejalan dengan peningkatan frekuensi transaksi sebesar 78% selama tiga tahun terakhir. Pertumbuhan simpanan dan aktivitas transaksi ini menggarisbawahi posisi pasar bank yang kuat dan kapabilitas perbankan digitalnya.
New Priority Banking Criteria
Service Fee Increase
Strong Q3 Profit