BCA Pension Fund Open to Increasing SRBI Investment if Conditions Are Right
Back
Back
4
Impact
5
Urgency
Sentiment Analysis
BearishNeutralBullish
PublishedJan 7
Sources1 verified

Dana Pensiun BCA Buka Peluang Tambah Investasi di SRBI jika Syarat Ini Terpenuhi

Tim Editorial AnalisaHub·7 Januari 2026
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Dapen BCA menilai instrumen SRBI masih menarik untuk investasi jangka pendek, dengan saat ini memegang Rp320 miliar (5,32% dari total investasi) per Desember 2025. Pengelola dana berencana untuk potensial meningkatkan investasi SRBI jika suku bunga menjadi lebih kompetitif dibandingkan deposito, sambil mempertahankan kebutuhan likuiditas. Portofolio investasi Dapen BCA didominasi oleh Surat Berharga Negara (SBN) sebesar 39,23%, diikuti oleh properti dan deposito.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Dana Pensiun BCA Tetap Tertarik pada Instrumen SRBI

Portofolio Investasi Saat Ini

Dana Pensiun BCA (Dapen BCA) masih menilai Surat Berharga Rupiah Bank Indonesia (SRBI) menarik untuk kebutuhan investasi jangka pendek. Per Desember 2025, Dapen BCA memegang Rp320 miliar dalam SRBI, yang mewakili 5,32% dari total investasinya. Portofolio dana secara keseluruhan didominasi oleh Surat Berharga Negara (SBN) sebesar 39,23%, diikuti oleh properti (15,22%), deposito (14,51%), dan investasi ekuitas korporasi (14,37%).

Strategi Investasi dan Rencana Masa Depan

Budi Sutrisno, Direktur Utama Dapen BCA, menyatakan bahwa SRBI tetap menjadi instrumen penting untuk mengelola likuiditas bersama dengan deposito. Dana tersebut kemungkinan akan meningkatkan investasi SRBI jika instrumen tersebut menawarkan suku bunga yang lebih kompetitif dibandingkan deposito tradisional, sambil mempertimbangkan kondisi pasar dan kebutuhan likuiditas dengan hati-hati. Pendekatan strategis ini sejalan dengan fokus dana pensiun pada stabilitas, keamanan, dan arus kas jangka panjang.

Konteks Industri

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa investasi industri dana pensiun dalam SRBI menurun menjadi Rp4,09 triliun (1,06% dari total investasi) per Oktober 2025, mengikuti pengurangan penerbitan SRBI sepanjang tahun. Meskipun ada tren ini, Ogi Prastomiyono, Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, percaya bahwa SRBI tetap potensial menarik bagi dana pensiun yang mencari investasi jangka pendek dengan risiko rendah dan return kompetitif.

Original Sources
03

Source References

Click any source to view the original article in a new tab

Story Info

Published
1 week ago
Read Time
8 min
Sources
1 verified
Related Stocks
BBCA

Topics Covered

Pension Fund InvestmentSRBI InstrumentsFinancial Market Trends

Key Events

1

SRBI Investment Review

2

Pension Fund Portfolio Adjustment

Timeline from 1 verified sources