Key insights and market outlook
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melaporkan laba Rp 52,7 triliun untuk sebelas bulan pertama tahun 2025, menunjukkan peningkatan 4% year-on-year. Kinerja ini didorong oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih sebesar 4% secara tahunan menjadi Rp 73 triliun, dengan tetap menjaga Net Interest Margin (NIM) yang stabil di level 5,7%. Performa kuat BCA ini kontras dengan beberapa bank besar lain yang mengalami penurunan laba pada periode yang sama.
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menunjukkan kinerja keuangan yang tangguh dengan melaporkan laba Rp 52,7 triliun hingga November 2025. Ini merupakan peningkatan 4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menunjukkan kemampuan bank untuk mempertahankan momentum pertumbuhan di tengah kondisi pasar yang menantang.
Performa positif bank terutama didorong oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih sebesar 4% secara tahunan menjadi Rp 73 triliun. Pertumbuhan pendapatan inti perbankan ini tercapai sambil mempertahankan Net Interest Margin (NIM) yang stabil di level 5,7%, yang masih berada dalam target bank untuk tahun 2025.
Performa kuat BCA ini sangat menonjol mengingat beberapa bank besar lain di Indonesia melaporkan penurunan laba pada periode yang sama. Kontras ini menyoroti strategi manajemen efektif BCA dan kemampuannya menghadapi tantangan pasar saat ini.
NIM yang stabil di 5,7% menunjukkan manajemen neraca yang efektif dan strategi pricing yang tepat. Kemampuan bank untuk menumbuhkan pendapatan bunga bersih sambil menjaga stabilitas margin memposisikannya dengan baik untuk peluang pertumbuhan di masa depan. Dengan terus berkembangnya sektor perbankan, kinerja kuat BCA hingga November 2025 menjadi fondasi positif bagi hasil tahun penuhnya.
BCA Profit Growth
Net Interest Income Increase
NIM Stability