Key insights and market outlook
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) melaporkan laba bersih Rp52,66 triliun hingga November 2025, menunjukkan peningkatan 4,35% year-on-year dari Rp50,47 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan 4,10% YoY pendapatan bunga bersih menjadi Rp73,03 triliun, didukung oleh kenaikan 4,32% pendapatan bunga. Total kredit yang disalurkan mencapai Rp921,19 triliun, naik 5,19% YoY, sementara dana pihak ketiga tumbuh 8,14% YoY menjadi Rp1.199,74 triliun, terutama didorong oleh pertumbuhan dana murah (CASA) sebesar 10,74%.
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), bank swasta terbesar di Indonesia, telah melaporkan laba bersih sebesar Rp52,66 triliun untuk sebelas bulan hingga November 2025. Ini merupakan peningkatan 4,35% year-on-year dibandingkan dengan Rp50,47 triliun yang dicatat pada periode yang sama tahun 2024. Pertumbuhan profitabilitas terutama didorong oleh peningkatan 4,10% YoY pendapatan bunga bersih (NII) menjadi Rp73,03 triliun.
Pertumbuhan NII bank didukung oleh kenaikan 4,32% YoY pendapatan bunga menjadi Rp84,30 triliun, sementara beban bunga meningkat 5,74% menjadi Rp11,27 triliun. Beban operasional lainnya menunjukkan peningkatan moderat sebesar 2,31% YoY menjadi Rp7,95 triliun, dengan kenaikan signifikan pada beban impairment yang melonjak 92,02% menjadi Rp3,31 triliun. Meskipun demikian, bank tetap mempertahankan profitabilitas melalui efisiensi operasional.
Dari sisi bisnis, BCA menunjukkan pertumbuhan kuat baik dalam penyaluran kredit maupun pengumpulan dana. Total kredit yang disalurkan mencapai Rp921,19 triliun, mewakili peningkatan 5,19% YoY dari Rp875,78 triliun pada November 2024. Di sisi pendanaan, dana pihak ketiga tumbuh sebesar 8,14% YoY menjadi Rp1.199,74 triliun, dengan simpanan berbiaya rendah (CASA) menunjukkan pertumbuhan sangat kuat sebesar 10,74% menjadi Rp1.013,13 triliun. Sebaliknya, deposito berjangka menurun 4,11% menjadi Rp186,61 triliun.
Trioksa Siahaan, Senior Vice President Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), mengaitkan kinerja positif BCA dengan manajemen efisiensi operasional yang efektif, terutama dalam menjaga rasio Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) yang baik. Kemampuan bank untuk mengembangkan dana murah dipandang sebagai faktor kunci yang mendukung margin bunga bersih dan profitabilitas secara keseluruhan.
BCA Financial Results November 2025
Net Profit Growth
Credit Disbursement Increase