BCA Posts Rp52.66 Trillion Net Profit through November 2025, Up 4.35% YoY
Back
Back
6
Impact
5
Urgency
Sentiment Analysis
BearishPositiveBullish
PublishedDec 24
Sources1 verified

BCA Catat Laba Bersih Rp52,66 Triliun hingga November 2025, Naik 4,35% YoY

Tim Editorial AnalisaHub·24 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) melaporkan laba bersih Rp52,66 triliun hingga November 2025, menunjukkan peningkatan 4,35% year-on-year dari Rp50,47 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan 4,10% YoY pendapatan bunga bersih menjadi Rp73,03 triliun, didukung oleh kenaikan 4,32% pendapatan bunga. Total kredit yang disalurkan mencapai Rp921,19 triliun, naik 5,19% YoY, sementara dana pihak ketiga tumbuh 8,14% YoY menjadi Rp1.199,74 triliun, terutama didorong oleh pertumbuhan dana murah (CASA) sebesar 10,74%.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

BCA Laporkan Kinerja Keuangan Kuat hingga November 2025

Pertumbuhan Laba Signifikan

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), bank swasta terbesar di Indonesia, telah melaporkan laba bersih sebesar Rp52,66 triliun untuk sebelas bulan hingga November 2025. Ini merupakan peningkatan 4,35% year-on-year dibandingkan dengan Rp50,47 triliun yang dicatat pada periode yang sama tahun 2024. Pertumbuhan profitabilitas terutama didorong oleh peningkatan 4,10% YoY pendapatan bunga bersih (NII) menjadi Rp73,03 triliun.

Analisis Pendapatan dan Beban

Pertumbuhan NII bank didukung oleh kenaikan 4,32% YoY pendapatan bunga menjadi Rp84,30 triliun, sementara beban bunga meningkat 5,74% menjadi Rp11,27 triliun. Beban operasional lainnya menunjukkan peningkatan moderat sebesar 2,31% YoY menjadi Rp7,95 triliun, dengan kenaikan signifikan pada beban impairment yang melonjak 92,02% menjadi Rp3,31 triliun. Meskipun demikian, bank tetap mempertahankan profitabilitas melalui efisiensi operasional.

Kinerja Kredit dan Pendanaan

Dari sisi bisnis, BCA menunjukkan pertumbuhan kuat baik dalam penyaluran kredit maupun pengumpulan dana. Total kredit yang disalurkan mencapai Rp921,19 triliun, mewakili peningkatan 5,19% YoY dari Rp875,78 triliun pada November 2024. Di sisi pendanaan, dana pihak ketiga tumbuh sebesar 8,14% YoY menjadi Rp1.199,74 triliun, dengan simpanan berbiaya rendah (CASA) menunjukkan pertumbuhan sangat kuat sebesar 10,74% menjadi Rp1.013,13 triliun. Sebaliknya, deposito berjangka menurun 4,11% menjadi Rp186,61 triliun.

Perspektif Industri

Trioksa Siahaan, Senior Vice President Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), mengaitkan kinerja positif BCA dengan manajemen efisiensi operasional yang efektif, terutama dalam menjaga rasio Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) yang baik. Kemampuan bank untuk mengembangkan dana murah dipandang sebagai faktor kunci yang mendukung margin bunga bersih dan profitabilitas secara keseluruhan.

Original Sources
03

Source References

Click any source to view the original article in a new tab

Story Info

Published
3 weeks ago
Read Time
10 min
Sources
1 verified
Related Stocks
BBCA

Topics Covered

Banking PerformanceFinancial ResultsCredit Growth

Key Events

1

BCA Financial Results November 2025

2

Net Profit Growth

3

Credit Disbursement Increase

Timeline from 1 verified sources