BCA Syariah Reports 15.57% YoY Growth in Net Profit to Rp154.17 Billion by September 2025
Back
Back
5
Impact
6
Urgency
Sentiment Analysis
BearishPositiveBullish
PublishedDec 5
Sources1 verified

BCA Syariah Catat Laba Bersih Rp154,17 Miliar per September 2025, Tumbuh 15,57% YoY

Tim Editorial AnalisaHub·5 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

PT Bank BCA Syariah melaporkan peningkatan laba bersih 15,57% YoY menjadi Rp154,17 miliar hingga September 2025, didorong oleh kenaikan pendapatan 11,40% menjadi Rp615,19 miliar. Pendapatan pembiayaan bank mencapai Rp953,83 miliar, tumbuh 18,41% YoY. Meskipun biaya operasional naik 9,78%, bank tetap mencatatkan laba operasional Rp199,24 miliar, naik 14,92% YoY.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

BCA Syariah Capai Pertumbuhan Laba Signifikan di 9 Bulan Pertama 2025

Sorotan Keuangan

PT Bank BCA Syariah melaporkan laba bersih sebesar Rp154,17 miliar untuk sembilan bulan pertama tahun 2025, yang merupakan peningkatan 15,57% year-on-year (YoY) dibandingkan Rp133,40 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Kinerja positif ini didorong oleh pertumbuhan pendapatan dan aktivitas pembiayaan yang signifikan.

Pendapatan dan Profitabilitas

Pendapatan bank, yang diukur sebagai pendapatan setelah distribusi bagi hasil kepada deposan, tumbuh sebesar 11,40% YoY dari Rp552,25 miliar menjadi Rp615,19 miliar. Pertumbuhan ini terutama didukung oleh kenaikan pendapatan pembiayaan sebesar 18,41% YoY menjadi Rp953,83 miliar, naik dari Rp805,54 miliar pada periode yang sama tahun 2024.

Beban Operasional

Meskipun mengalami kenaikan beban operasional lainnya sebesar 9,78% YoY menjadi Rp415,95 miliar, BCA Syariah tetap mempertahankan profitabilitas operasional. Kenaikan beban sebagian disebabkan oleh peningkatan biaya promosi sebesar 43,68% menjadi Rp19,91 miliar dan kenaikan beban lainnya sebesar 13,21% menjadi Rp182,21 miliar.

Kinerja Operasional

Laba operasional bank mencapai Rp199,24 miliar, menandai pertumbuhan 14,92% YoY dari Rp173,37 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Meskipun bank mencatat rugi non-operasional sebesar Rp1,58 miliar, ini merupakan penurunan 32,09% YoY dibandingkan rugi Rp2,34 miliar pada kuartal III/2024.

Intermediasi dan Kualitas Aset

BCA Syariah menunjukkan pertumbuhan kuat dalam aktivitas intermediasi. Pembiayaan bagi hasil bank tumbuh sebesar 15,41% YoY menjadi Rp8,86 triliun, sementara simpanan wadiah meningkat sebesar 7,00% YoY menjadi Rp3,34 triliun. Namun, rasio keuangan bank menunjukkan sinyal campuran: rasio kecukupan modal minimum (KPMM) menurun menjadi 28,09% dari 31,56%, sementara NPF gross naik menjadi 1,64% dari 1,37% dan NPF net meningkat menjadi 0,21% dari 0,09%.

Indikator Efisiensi dan Profitabilitas

Marjin Operasional Bersih (NOM) bank sedikit menurun menjadi 1,57% dari 1,63% pada tahun sebelumnya. Rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional membaik secara marginal menjadi 80,00% dari 80,05%, menunjukkan efisiensi operasional yang stabil.

Original Sources
03

Source References

Click any source to view the original article in a new tab

Story Info

Published
1 month ago
Read Time
12 min
Sources
1 verified
Related Stocks
BBCA

Topics Covered

Islamic Banking PerformanceFinancial ResultsBanking Sector Growth

Key Events

1

Q3 2025 Financial Results Announcement

2

Profit Growth Achievement

Timeline from 1 verified sources