Bea Cukai Targets Rp 336 Trillion in 2026, Utilizes AI and Strengthened Supervision
Back
Back
4
Impact
6
Urgency
Sentiment Analysis
BearishPositiveBullish
PublishedDec 30
Sources4 verified

Bea Cukai Bidik Rp 336 Triliun di 2026, Andalkan AI dan Pengawasan yang Ditingkatkan

Tim Editorial AnalisaHub·30 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) menargetkan penerimaan negara sebesar Rp 336 triliun di 2026, meningkat dari target Rp 301,6 triliun di 2025. Untuk mencapai target ini, DJBC akan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk penelitian nilai pabean dan klasifikasi barang yang ditingkatkan, memodernisasi laboratorium, dan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia. Selain itu, DJBC akan mengintensifkan pengawasan dan penindakan termasuk program gabungan dengan instansi lain untuk mengoptimalkan penerimaan negara dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Bea Cukai Bidik Target Rp 336 Triliun di 2026

Mengandalkan AI dan Pengawasan yang Ditingkatkan untuk Optimalkan Penerimaan Negara

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) telah menetapkan target penerimaan negara sebesar Rp 336 triliun di 2026, meningkat dari target Rp 301,6 triliun di tahun sebelumnya. Langkah ini merupakan bagian dari upaya DJBC untuk mengoptimalkan penerimaan negara dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, di tengah tantangan yang ditimbulkan oleh lanskap ekonomi global.

Langkah Strategis untuk Mencapai Target

Untuk mencapai target Rp 336 triliun, DJBC akan menerapkan beberapa langkah strategis. Pertama, organisasi akan menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan penelitian nilai pabean dan klasifikasi barang. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan akurasi prosedur bea cukai, sehingga memfasilitasi perdagangan dan meningkatkan penerimaan negara.

Modernisasi dan Pengembangan Sumber Daya Manusia

Selain mengadopsi AI, DJBC akan memodernisasi laboratorium untuk meningkatkan deteksi dan analisis komoditas. Langkah ini akan memungkinkan organisasi untuk lebih baik mengidentifikasi dan mencegah penyelundupan barang ilegal, sehingga melindungi penerimaan negara dan mendukung bisnis yang sah. Selain itu, DJBC akan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia melalui program pelatihan dan pengembangan, sehingga memastikan bahwa personil memiliki keterampilan dan pengetahuan yang necesar untuk melaksanakan tugas mereka secara efektif.

Pengawasan dan Penindakan yang Ditingkatkan

DJBC juga akan mengintensifkan pengawasan dan penindakan, termasuk program gabungan dengan instansi lain, untuk mengoptimalkan penerimaan negara dan mencegah penyelundupan. Langkah ini akan melibatkan peningkatan kerja sama dengan sektor swasta dan pemangku kepentingan lain untuk berbagi informasi dan praktik terbaik, serta meningkatkan penggunaan teknologi untuk mendeteksi dan mencegah kegiatan ilegal.

Kesimpulan

Dalam kesimpulan, target Rp 336 triliun DJBC di 2026 adalah ambisius tetapi dapat dicapai, mengingat komitmen organisasi untuk menggunakan AI, memodernisasi operasi, dan mengintensifkan pengawasan dan penindakan. Dengan bekerja sama dengan pemangku kepentingan lain, DJBC dapat mengoptimalkan penerimaan negara, mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, dan melindungi kepentingan bisnis yang sah dan masyarakat umum.

Sumber

  1. [Kontan](
  2. [Detik Finance](
  3. [Kontan](
  4. [Detik Finance](
Original Sources

Story Info

Published
2 weeks ago
Read Time
15 min
Sources
4 verified

Topics Covered

Bea CukaiPenerimaan NegaraKinerja DJBCPengawasan dan Penindakan

Key Events

1

Target Penerimaan Negara 2026

2

Penggunaan AI dalam DJBC

3

Pengawasan dan Penindakan yang Ditingkatkan

Timeline from 4 verified sources