Key insights and market outlook
Menjelang akhir 2025, investor mengandalkan pemotongan suku bunga Federal Reserve pada awal 2026, yang mendorong harga emas. Para ahli seperti Joseph Cavatoni dari World Gold Council meyakini nilai strategis emas tetap kuat hingga 2026 sebagai alat diversifikasi dan lindung nilai inflasi. Namun, dampak pemotongan suku bunga yang lebih luas dapat mendorong kenaikan kelas aset di luar emas karena dolar AS melemah dan selera risiko global meningkat.
Saat investor mendekati akhir 2025, antisipasi pemotongan suku bunga Federal Reserve pada awal 2026 telah menjadi penggerak pasar yang signifikan. Harapan ini telah mendorong harga emas, dengan banyak analis memprediksi pertumbuhan lanjutan hingga 2026. Joseph Cavatoni dari World Gold Council menekankan bahwa emas tetap menjadi alat diversifikasi dan lindung nilai inflasi yang krusial.
Sementara emas menjadi fokus utama, para ahli memperingatkan bahwa investor harus mempertimbangkan peluang yang lebih luas. Ben Nadelstein dari Monetary Metals mencatat bahwa meskipun harga emas mungkin terus naik karena dolar AS yang berpotensi melemah, dampak pemotongan suku bunga meluas jauh melampaui emas. Pemotongan suku bunga The Fed biasanya menyebabkan:
Mekanisme pemotongan suku bunga The Fed menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi berbagai kelas aset. Ketika dolar melemah dan likuiditas global meningkat, investor dapat beralih ke:
Pergerakan pasar yang lebih luas ini menghadirkan peluang di luar aset safe-haven tradisional seperti emas. Investor harus mempertimbangkan diversifikasi portofolio mereka untuk menangkap potensi keuntungan ini seiring perkembangan kondisi moneter global.
Potential Fed Rate Cut 2026
Gold Price Surge
Global Market Impact