BFSI Sector Embraces Digital Transformation with Low-Code/No-Code Solutions
Back
Back
7
Impact
6
Urgency
Sentiment Analysis
BearishPositiveBullish
PublishedDec 23
Sources1 verified

Sektor BFSI Manfaatkan Transformasi Digital dengan Solusi Low-Code/No-Code

Tim Editorial AnalisaHub·23 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Sektor Banking, Financial Services, and Insurance (BFSI) saat ini tengah mengalami transformasi digital yang pesat, didorong oleh kemajuan teknologi dan perubahan ekspektasi konsumen. Perusahaan kini mengadopsi platform low-code/no-code seperti Mekari Officeless untuk mengembangkan aplikasi kustom tanpa pengetahuan coding yang mendalam. Peralihan ini meningkatkan efisiensi operasional, memperbaiki pengalaman pelanggan, dan memperkuat langkah-langkah keamanan. Transformasi ini sangat penting bagi perusahaan BFSI untuk tetap kompetitif di tengah lanskap yang didominasi inovasi fintech dan persyaratan regulasi yang ketat.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Transformasi Digital Sektor BFSI: Memanfaatkan Solusi Low-Code/No-Code

Pentingnya Transformasi Digital di Sektor BFSI

Sektor BFSI saat ini mengalami pergeseran signifikan menuju digitalisasi, didorong oleh kemajuan teknologi dan perubahan permintaan konsumen. Perusahaan di sektor ini menghadapi tekanan untuk menyediakan layanan pelanggan 24/7, meningkatkan efisiensi operasional, dan memperkuat langkah-langkah keamanan. Transformasi digital bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan untuk bertahan dan bersaing.

Faktor Pendorong Transformasi Digital

  1. Peningkatan Pengalaman Pelanggan: Digitalisasi memungkinkan perusahaan BFSI menawarkan layanan 24 jam sehari, meningkatkan kenyamanan dan kepuasan pelanggan. Data dari Market Research Indonesia menunjukkan peningkatan 158% dalam penggunaan perbankan digital antara 2018 dan 2023.
  2. Efisiensi Operasional: Proses digital dan otomatisasi mengurangi biaya operasional hingga 30%, sebagaimana dilaporkan McKinsey. Hal ini dicapai melalui proses yang lebih ramping dan intervensi manual yang berkurang.
  3. Keamanan yang Ditingkatkan: Adopsi teknologi canggih seperti autentikasi biometrik dan enkripsi meningkatkan keamanan transaksi dan data pelanggan. Accenture melaporkan bahwa 82% bank mengalami peningkatan ancaman siber, menjadikan langkah-langkah keamanan yang kuat sangat penting.
  4. Kepatuhan Regulasi: Regulasi seperti POJK Nomor 21 Tahun 2023 di Indonesia mewajibkan implementasi praktik digital yang aman, termasuk Two Factor Authentication (2FA).
  5. Keunggulan Kompetitif: Dengan munculnya perusahaan fintech, pemain BFSI tradisional harus berinovasi untuk tetap relevan. Sekitar 80% konsumen lebih memilih layanan keuangan dari perusahaan yang memiliki platform digital yang mudah digunakan dan inovatif, menurut KPMG.

Transformasi Digital di Berbagai Sub-Sektor BFSI

Perbankan

  • Perbankan Digital: Layanan seperti aplikasi mobile banking memungkinkan nasabah melakukan transaksi tanpa mengunjungi cabang fisik.
  • Layanan Pelanggan Berbasis AI: Chatbot memberikan bantuan 24/7, mengurangi waktu tunggu dan meningkatkan kepuasan pelanggan.
  • Keamanan Biometrik: Fitur seperti pengenalan wajah dan pemindaian sidik jari meningkatkan keamanan transaksi.

Fintech

  • Pinjaman Peer-to-Peer: Platform menghubungkan peminjam langsung dengan pemberi pinjaman, memfasilitasi proses pinjaman yang cepat dan efisien.
  • Metode Pembayaran yang Beragam: Perusahaan fintech menawarkan berbagai pilihan pembayaran digital, termasuk e-wallet dan pembayaran QR code.
  • Penasihat Virtual: Saran investasi berbasis algoritma yang disesuaikan dengan profil risiko dan tujuan keuangan individu.

Asuransi

  • Platform Asuransi Digital: Nasabah dapat membeli, mengelola, dan mengklaim polis asuransi secara online.
  • Analisis Big Data: Perusahaan asuransi menggunakan analitik data untuk menilai risiko lebih akurat dan menawarkan polis yang dipersonalisasi.
  • Produk Asuransi Mikro: Produk asuransi yang fleksibel dan terjangkau, disesuaikan dengan kebutuhan individu.

Tantangan dalam Transformasi Digital BFSI

  1. Keterbatasan Talenta IT: Perusahaan BFSI sering kesulitan mencari profesional IT terampil untuk menggerakkan inisiatif digital.
  • Backlog Tim IT yang Ada: Sumber daya IT yang terbatas sering kali sudah terbebani dengan tugas-tugas rutin, sehingga sulit untuk memprioritaskan proyek transformasi digital.
  1. Keterbatasan Anggaran: Investasi signifikan diperlukan untuk teknologi, pelatihan, dan pemeliharaan sistem.
  2. Lanskap Teknologi yang Berubah Cepat: Perusahaan BFSI membutuhkan solusi fleksibel untuk beradaptasi dengan kebutuhan teknologi baru dengan cepat.
  3. Kekhawatiran Keamanan: Menangani data pelanggan yang sensitif memerlukan langkah-langkah keamanan yang kuat untuk menjaga kepercayaan dan mematuhi regulasi.

Low-Code/No-Code: Solusi untuk Transformasi Digital BFSI

Platform low-code/no-code seperti Mekari Officeless memungkinkan perusahaan BFSI mengembangkan aplikasi kustom tanpa pengetahuan coding yang luas. Platform ini menawarkan:

  • Antarmuka Drag-and-Drop: Menyederhanakan pengembangan aplikasi bagi pengguna non-teknis.
  • Template yang Telah Dibuat: Mempercepat proses pengembangan.
  • Fleksibilitas dan Kustomisasi: Memungkinkan perusahaan menyesuaikan solusi dengan kebutuhan spesifik mereka.

Dengan mengadopsi solusi low-code/no-code, perusahaan BFSI dapat mempercepat perjalanan transformasi digital mereka, meningkatkan efisiensi operasional, dan memperbaiki pengalaman pelanggan.

Original Sources
03

Source References

Click any source to view the original article in a new tab

Story Info

Published
3 weeks ago
Read Time
22 min
Sources
1 verified

Topics Covered

Transformasi Digital BFSISolusi Low-Code/No-CodeInovasi Teknologi Keuangan

Key Events

1

Penerapan Platform Low-Code/No-Code di BFSI

2

Peningkatan Penggunaan Perbankan Digital

3

Implementasi Keamanan Biometrik

Timeline from 1 verified sources