Key insights and market outlook
Bank Indonesia (BI) menilai pertumbuhan kredit 8-12% pada tahun 2026 sebagai level optimal untuk menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus menopang pemulihan ekonomi. Pertumbuhan di luar kisaran tersebut dapat menekan ketahanan perbankan atau memperlambat laju pemulihan ekonomi. Target ini mencerminkan keseimbangan antara fungsi intermediasi perbankan dan risiko stabilitas, terutama dalam menjaga kualitas kredit dan permodalan.
Bank Indonesia (BI) telah menetapkan bahwa tingkat pertumbuhan kredit antara 8% dan 12% merupakan level optimal untuk tahun 2026 guna menjaga stabilitas sistem keuangan sambil mendukung pemulihan ekonomi. Menurut Solikin M. Juhro, Asisten Gubernur BI, target kisaran ini mewakili keseimbangan antara fungsi intermediasi perbankan dan risiko stabilitas.
Target pertumbuhan kredit 8-12% dirancang untuk memastikan stabilitas sistem keuangan dan pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan di bawah kisaran ini mungkin menunjukkan intermediasi perbankan yang tidak cukup untuk mendukung aktivitas ekonomi, berpotensi menghambat pemulihan. Sebaliknya, pertumbuhan di atas 12% dapat menyebabkan ekspansi kredit yang berlebihan, berpotensi melemahkan ketahanan perbankan melalui penurunan kualitas kredit.
Penentuan kisaran optimal ini mempertimbangkan berbagai faktor termasuk kualitas kredit, kecukupan modal, dan inklusivitas keuangan. BI menekankan bahwa menjaga keseimbangan ini sangat penting untuk memastikan bahwa pertumbuhan kredit mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan tanpa mengorbankan stabilitas keuangan. Bank sentral terus memantau faktor-faktor ini dengan cermat untuk menyesuaikan kebijakan jika diperlukan.
Optimal Credit Growth Range Announcement
Financial Stability Guidelines