BI Boosts Liquidity Incentives to Rp404.6 Trillion, Urges Banks to Lower Credit Rates
Back
Back
6
Impact
7
Urgency
Sentiment Analysis
BearishNeutralBullish
PublishedDec 5
Sources3 verified

BI Tingkatkan Insentif Likuiditas Jadi Rp404,6 Triliun, Desak Bank Turunkan Suku Bunga Kredit

Tim Editorial AnalisaHub·5 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Bank Indonesia (BI) telah meningkatkan insentif likuiditas melalui program Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM) menjadi Rp404,6 triliun, dengan Rp179,9 triliun disalurkan ke bank swasta dan Rp179,4 triliun ke bank milik negara 2

1. Meskipun BI Rate turun 125 basis poin, suku bunga kredit tetap tinggi dengan hanya penurunan 20 basis poin pada suku bunga pinjaman 1. Program KLM bertujuan mendorong penyaluran kredit ke sektor prioritas termasuk pertanian, perdagangan, dan UMKM.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Bank Indonesia Perkuat Dukungan Likuiditas di Tengah Penyesuaian Suku Bunga Kredit yang Lambat

Peningkatan Insentif Likuiditas Makroprudensial

Bank Indonesia telah meningkatkan secara signifikan Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM) menjadi Rp404,6 triliun per awal November 2025, meningkat dari alokasi awal Rp283 triliun untuk tahun penuh 3

. Insentif ini terutama disalurkan ke:

  • Bank swasta: Rp179,9 triliun
  • Bank milik negara: Rp179,4 triliun
  • Bank pembangunan daerah: Rp39,3 triliun
  • Kantor cabang bank asing: Rp6 triliun 2

Mengatasi Transmisi Suku Bunga Kredit yang Lambat

Meskipun BI Rate turun 125 basis poin sejak awal 2025, suku bunga kredit perbankan menunjukkan respons yang terbatas, dengan:

  • Suku bunga deposito 1 bulan turun hanya 56 basis poin (dari 4,81% ke 4,25%)
  • Suku bunga pinjaman turun hanya 20 basis poin (dari 9,20% ke 9,00%) 1

Fokus Sektoral dan Implementasi

Program KLM secara spesifik menargetkan sektor prioritas termasuk:

  1. Pertanian, perdagangan, dan manufaktur
  2. Real estat, perumahan, dan konstruksi
  3. Transportasi, pergudangan, pariwisata, dan ekonomi kreatif
  4. UMKM, ultra-mikro, dan inisiatif ekonomi hijau

Kerangka Kerja yang Diperkuat untuk Implementasi Masa Depan

BI memperkuat kerangka KLM efektif 1 Desember 2025, dengan fokus pada insentif berbasis kinerja yang mendorong bank untuk:

  1. Menyalurkan kredit ke sektor tertentu (saluran pinjaman)
  2. Menyelaraskan suku bunga pinjaman dengan arah kebijakan moneter (saluran suku bunga)

Penyesuaian ini diharapkan dapat memberikan tambahan insentif likuiditas sekitar Rp18,5 triliun 2

.

Sumber

  1. [Bisnis.com - Bos BI Sentil Lagi Perbankan](
  2. [Bisnis.com - BI Guyur Insentif Likuiditas Rp404,6 Triliun](
  3. [Kontan - Gelontoran Insentif Likuiditas Makroprudensial BI Meningkat](
Original Sources

Story Info

Published
1 month ago
Read Time
12 min
Sources
3 verified

Topics Covered

Monetary PolicyBanking SectorLiquidity IncentivesCredit Growth

Key Events

1

KLM Liquidity Incentive Increase

2

BI Rate Reduction

3

Banking Sector Liquidity Support

Timeline from 3 verified sources