Key insights and market outlook
Bank Indonesia (BI) memperkirakan bahwa banjir baru-baru ini di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh akan mengurangi pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 0,017%. Penilaian ini dilakukan oleh Deputi Gubernur BI Aida S. Budiman, yang mencatat bahwa banjir tersebut mengakibatkan 32 hari aktivitas ekonomi hilang. Meskipun dampaknya relatif kecil, hal ini menyoroti kerentanan ekonomi Indonesia terhadap bencana alam.
Bank Indonesia (BI) telah melakukan penilaian awal dampak ekonomi dari banjir baru-baru ini di tiga wilayah utama: Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Menurut Deputi Gubernur BI Aida S. Budiman, banjir tersebut diperkirakan akan mengurangi pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 0,017%.
Penilaian ini didasarkan pada hilangnya aktivitas ekonomi selama 32 hari ketika berbagai sektor terkena dampak banjir. "Metode yang digunakan adalah dengan menghitung hilangnya aktivitas ekonomi selama 32 hari tersebut dan dampaknya terhadap perekonomian. Meskipun dampaknya agak negatif, karena masih perhitungan sementara, efeknya terhadap PDB tahun ini diperkirakan sekitar minus 0,017%," jelas Budiman dalam konferensi pers.
Meskipun dampak keseluruhan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia relatif terkendali, insiden ini menyoroti kerentanan negara terhadap bencana alam dan konsekuensi ekonominya. Penilaian ini menekankan pentingnya upaya berkelanjutan dalam mitigasi bencana dan strategi ketahanan ekonomi.
Flood Impact Assessment
Economic Growth Reduction Estimate