BI Extends Credit Card Relief Measures and Signals Continued Monetary Easing in 2026
Back
Back
7
Impact
6
Urgency
Sentiment Analysis
BearishPositiveBullish
PublishedDec 17
Sources6 verified

BI Perpanjang Relaksasi Kartu Kredit dan Beri Sinyal Pelonggaran Moneter di 2026

Tim Editorial AnalisaHub·17 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Bank Indonesia (BI) memperpanjang relaksasi kartu kredit hingga 30 Juni 2026, mempertahankan batas minimum pembayaran 5% dari total tagihan dan membatasi denda keterlambatan 1% dengan maksimal Rp100.000. BI juga memberi sinyal pelonggaran moneter lanjutan di 2026 melalui potensi pemangkasan suku bunga lebih lanjut dan pertumbuhan uang primer dua digit untuk mendukung ekspansi ekonomi 1

5.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Bank Indonesia Perpanjang Relaksasi Kartu Kredit dan Beringkat Sinyal Pelonggaran Moneter di 2026

Relaksasi Kartu Kredit Diperpanjang

Bank Indonesia telah memutuskan untuk memperpanjang relaksasi kartu kredit hingga 30 Juni 2026. Paket relaksasi ini mencakup mempertahankan batas minimum pembayaran 5% dari total tagihan, bukan meningkatkannya ke 10% seperti yang telah dijadwalkan sebelumnya 1

. Selain itu, denda keterlambatan pembayaran tetap dibatasi 1% dari total tagihan dengan nilai nominal maksimal Rp100.000, jauh lebih rendah dibandingkan standar yang bisa mencapai 3% atau lebih 1.

Sikap Kebijakan Moneter untuk 2026

Gubernur BI Perry Warjiyo mengumumkan bahwa bank sentral berkomitmen untuk melanjutkan sikap kebijakan moneter yang akomodatif hingga 2026. Bank akan mempertahankan tiga strategi kebijakan moneter utama: manajemen suku bunga, stabilitas nilai tukar, dan manajemen likuiditas 5

.

Potensi Pemangkasan Suku Bunga Lebih Lanjut

Sementara mempertahankan BI Rate saat ini di level 4,75%, BI membiarkan peluang terbuka untuk penurunan suku bunga lebih lanjut di 2026. Keputusan ini akan berdasarkan data, tergantung pada tren inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan stabilitas nilai tukar 3

. Ekonom Josua Pardede dari Bank Permata mencatat bahwa meskipun masih ada ruang untuk pemangkasan suku bunga, ruang pelonggaran kemungkinan akan lebih terbatas dibandingkan tahun 2025 3.

Ekspansi Likuiditas Agresif

BI merencanakan ekspansi likuiditas agresif di 2026, menargetkan pertumbuhan uang primer (M0 Adjusted) dua digit mulai Desember 2025. Ekspansi ini akan dilakukan melalui tiga jalur utama 5

:

  1. Pengurangan kepemilikan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), yang telah menurun dari sekitar Rp920 triliun menjadi sekitar Rp700 triliun, menyuntikkan lebih dari Rp200 triliun ke pasar.
  2. Pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder yang terus berlanjut, dengan BI telah melakukan pembelian SBN senilai Rp327,45 triliun hingga 16 Desember 2025.
  3. Remunerasi atas excess reserve yang ditempatkan bank komersial di BI, ditetapkan sebesar 3,5% (25 bps di bawah suku bunga Deposit Facility), untuk mendorong bank menyalurkan kredit lebih aktif.

Koordinasi dengan Kebijakan Fiskal

BI menekankan bahwa efektivitas injeksi likuiditasnya tergantung pada koordinasi dengan kebijakan fiskal. Gubernur Warjiyo menekankan perlunya kolaborasi erat dengan Kementerian Keuangan untuk memastikan likuiditas mencapai sektor riil 5

.

Sumber

  1. [Bisnis.com - Diskon Denda Keterlambatan](
  2. [Detik Finance - BI Borong Surat Utang Pemerintah](
  3. [Kontan - Ruang Penurunan BI-Rate](
  4. [Kontan - BI Dorong Ekonomi Lewat Ekspansi Likuiditas](
  5. [Bisnis.com - Sinyal 'Dovish' 2026](
Original Sources

Story Info

Published
1 month ago
Read Time
17 min
Sources
6 verified

Topics Covered

Monetary PolicyCredit Card ReliefLiquidity ExpansionInterest Rate

Key Events

1

Credit Card Relief Extension

2

Monetary Easing Signal for 2026

3

Liquidity Expansion Plan

Timeline from 6 verified sources