Key insights and market outlook
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengungkapkan bahwa perekonomian global menghadapi tantangan signifikan hingga 2027, dengan menyebutkan lima faktor utama termasuk kebijakan perdagangan AS dan dampak cryptocurrency. Warjiyo menekankan bahwa tarif resiprokal yang diberlakukan AS melemahkan perdagangan global dan multilateralisme, sehingga berkontribusi pada perlambatan ekonomi. Kekhawatiran bank sentral ini menggarisbawahi potensi risiko bagi perekonomian Indonesia dan kebutuhan akan kebijakan moneter yang hati-hati.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo telah memperingatkan bahwa perekonomian global akan terus menghadapi tantangan signifikan hingga 2027, dengan mengidentifikasi lima faktor kritis yang dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Kekhawatiran utama adalah kebijakan tarif resiprokal yang diterapkan Amerika Serikat, yang menurut Warjiyo melemahkan perdagangan global dan multilateralisme.
Menurut Warjiyo, kelanjutan kebijakan tarif AS telah menyebabkan penurunan perdagangan global dan meningkatnya perjanjian bilateral serta regional dengan mengorbankan kerjasama multilateral. Pergeseran ini dipandang sebagai kontributor utama perlambatan ekonomi saat ini. Gubernur BI menekankan bahwa langkah-langkah proteksionis ini tidak hanya mempengaruhi volume perdagangan tetapi juga melemahkan tatanan ekonomi global.
Meskipun dampak langsung tantangan global ini terhadap perekonomian Indonesia tidak dijelaskan secara eksplisit, peringatan Warjiyo menunjukkan bahwa negara perlu bersiap menghadapi potensi risiko. Bank Indonesia kemungkinan akan mempertahankan sikap hati-hati dalam kebijakan moneter untuk mengurangi dampak buruk yang mungkin timbul dari perkembangan ekonomi global ini.
BI Governor's Economic Warning
US Tariff Policy Impact