BI Introduces New Incentives to Boost Credit Growth and Lower Bank Interest Rates
Back
Back
7
Impact
6
Urgency
Sentiment Analysis
BearishPositiveBullish
PublishedDec 4
Sources1 verified

BI Terbitkan Insentif Baru untuk Dorong Pertumbuhan Kredit dan Turunkan Suku Bunga Bank

Tim Editorial AnalisaHub·4 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Bank Indonesia (BI) meluncurkan insentif kebijakan makroprudensial (KLM) baru yang efektif 1 Desember 2025 untuk mendorong pertumbuhan kredit dan mempercepat transmisi suku bunga. Insentif ini mencakup hingga 5% dari Dana Pihak Ketiga (DPK) untuk jalur kredit dan tambahan 0,5% untuk transmisi suku bunga. BI bertujuan mendorong pertumbuhan kredit perbankan melampaui tingkat saat ini yang mencapai 7,7% per tahun dan meningkatkan efektivitas transmisi kebijakan moneter setelah pemangkasan BI Rate sebesar 150 bps tahun ini.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Bank Indonesia Luncurkan Insentif Makroprudensial Baru

Inisiatif Pertumbuhan Kredit yang Ditingkatkan

Bank Indonesia meluncurkan insentif kebijakan makroprudensial (KLM) baru yang efektif mulai 1 Desember 2025 untuk merangsang pertumbuhan kredit dan meningkatkan transmisi kebijakan moneter. Bank sentral ini bertujuan mendorong bank untuk meningkatkan penyaluran kredit melalui dua saluran utama: jalur kredit dan jalur transmisi suku bunga.

Insentif Jalur Kredit

Insentif jalur kredit akan memberikan likuiditas tambahan kepada bank berdasarkan komitmen pertumbuhan kredit mereka. Fitur utama meliputi:

  • Hingga 5% dari Dana Pihak Ketiga (DPK) sebagai insentif
  • Fokus pada empat sektor prioritas:
    1. Pertanian, Industri & Hilirisasi (1,5% KLM)
    2. Jasa termasuk ekonomi kreatif (0,6% KLM)
    3. Perumahan (1,4% KLM)
    4. UMKM, Koperasi, Inklusi, dan Berkelanjutan (1,5% KLM)
  • Penilaian forward-looking berdasarkan rencana bisnis kuartalan bank
  • Penyesuaian dilakukan pada kuartal berikutnya jika target tidak tercapai

Insentif Transmisi Suku Bunga

Untuk mempercepat transmisi kebijakan moneter, BI memperkenalkan insentif tambahan berdasarkan responsifitas bank terhadap perubahan BI Rate. Skema ini meliputi:

  • Tambahan 0,4-0,5% dari DPK untuk bank yang cepat menyesuaikan suku bunga kredit
  • Perhitungan elastisitas berdasarkan (% Perubahan Suku Bunga Kredit) / (% Perubahan BI Rate)
  • Bank dengan elastisitas <0,3 tidak mendapat insentif
  • Bank dengan elastisitas 0,3-0,6 mendapat tambahan insentif 0,4%
  • Bank dengan elastisitas ≥0,6 mendapat tambahan insentif 0,5%

Rasional dan Dampak yang Diharapkan

Insentif baru ini menjawab dua tantangan utama:

  1. Pertumbuhan kredit yang masih di bawah target pada 7,7% YoY hingga September 2025
  2. Transmisi kebijakan moneter yang lambat meskipun BI Rate dipotong 150 bps tahun ini

Dengan insentif ini, BI bertujuan memastikan bank memiliki likuiditas yang cukup untuk mendukung ekspansi kredit, terutama di sektor prioritas. Total potensi insentif dapat mencapai hingga 5,5% dari DPK ketika menggabungkan insentif jalur kredit dan transmisi suku bunga.

Original Sources
03

Source References

Click any source to view the original article in a new tab

Story Info

Published
1 month ago
Read Time
11 min
Sources
1 verified

Topics Covered

Monetary PolicyCredit GrowthBanking Incentives

Key Events

1

New Macroprudential Incentives Introduction

2

Credit Growth Stimulus Measures

Timeline from 1 verified sources