Key insights and market outlook
Bank Indonesia (BI) meluncurkan kebijakan insentif likuiditas baru yang efektif mulai 16 Desember 2025 untuk mempercepat pertumbuhan kredit dengan menyesuaikan struktur Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM). Total insentif tetap sebesar 5,5% dari dana pihak ketiga, dengan penyesuaian alokasi: saluran kredit diturunkan menjadi 4,5% dari 5% dan saluran suku bunga dinaikkan menjadi 1% dari 0,5%. BI juga memperpanjang kebijakan relaks, keringanan tagihan kartu kredit hingga 30 Juni 2026 1
Bank Indonesia telah meluncurkan kebijakan insentif likuiditas baru yang efektif mulai 16 Desember 2025, yang bertujuan mempercepat pertumbuhan kredit melalui penyesuaian struktur Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) 1
Selain insentif likuiditas baru, BI memperpanjang kebijakan relaksasi kartu kredit hingga 30 Juni 2026, mempertahankan persyaratan pembayaran minimum sebesar 5% dari total tagihan dan membatasi denda keterlambatan sebesar 1% dari total tagihan dengan maksimum Rp100.000 4
Langkah-langkah baru ini mengatasi lambatnya transmisi kebijakan moneter ke pertumbuhan kredit. Meskipun BI telah memotong BI Rate sebesar 125 basis poin di 2025, suku bunga kredit hanya turun sebesar 24 basis poin 2
New Liquidity Incentive Policy Introduction
Credit Card Relief Extension
Macroprudential Policy Adjustment