BI Introduces New Liquidity Incentive Policy to Boost Credit Growth
Back
Back
6
Impact
7
Urgency
Sentiment Analysis
BearishNeutralBullish
PublishedDec 17
Sources7 verified

BI Terbitkan Kebijakan Insentif Likuiditas Baru untuk Dorong Pertumbuhan Kredit

Tim Editorial AnalisaHub·17 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Bank Indonesia (BI) meluncurkan kebijakan insentif likuiditas baru yang efektif mulai 16 Desember 2025 untuk mempercepat pertumbuhan kredit dengan menyesuaikan struktur Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM). Total insentif tetap sebesar 5,5% dari dana pihak ketiga, dengan penyesuaian alokasi: saluran kredit diturunkan menjadi 4,5% dari 5% dan saluran suku bunga dinaikkan menjadi 1% dari 0,5%. BI juga memperpanjang kebijakan relaks, keringanan tagihan kartu kredit hingga 30 Juni 2026 1

4.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Bank Indonesia Perkuat Transmisi Moneter dengan Insentif Likuiditas Baru

Kerangka Kerja Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) yang Ditingkatkan

Bank Indonesia telah meluncurkan kebijakan insentif likuiditas baru yang efektif mulai 16 Desember 2025, yang bertujuan mempercepat pertumbuhan kredit melalui penyesuaian struktur Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) 1

. Total insentif tetap sebesar 5,5% dari dana pihak ketiga, dengan perubahan signifikan dalam alokasi antara berbagai saluran.

Perubahan Utama dalam Struktur KLM

  1. Pengurangan Saluran Kredit: Insentif untuk penyaluran kredit ke sektor tertentu diturunkan dari 5% menjadi 4,5%
  2. Peningkatan Saluran Suku Bunga: Insentif bagi bank untuk menyesuaikan suku bunga kredit dengan suku bunga BI dinaikkan dari 0,5% menjadi 1%
  3. Remunerasi atas Excess Reserves: BI akan memberikan remunerasi sebesar 3,50%, 25 basis poin di bawah tingkat suku bunga Deposit Facility

Perpanjangan Kebijakan Kartu Kredit

Selain insentif likuiditas baru, BI memperpanjang kebijakan relaksasi kartu kredit hingga 30 Juni 2026, mempertahankan persyaratan pembayaran minimum sebesar 5% dari total tagihan dan membatasi denda keterlambatan sebesar 1% dari total tagihan dengan maksimum Rp100.000 4

.

Rasional dan Dampak yang Diharapkan

Langkah-langkah baru ini mengatasi lambatnya transmisi kebijakan moneter ke pertumbuhan kredit. Meskipun BI telah memotong BI Rate sebesar 125 basis poin di 2025, suku bunga kredit hanya turun sebesar 24 basis poin 2

. BI bertujuan untuk merangsang penyaluran kredit sambil menjaga stabilitas sistem keuangan melalui insentif yang ditargetkan ini.

Sumber

  1. [Bisnis.com - BI Rilis Kebijakan Insentif Likuiditas Baru](
  2. [Kontan - Strategi Bank Sentral Dorong Bank Turunkan Bunga Kredit](
  3. [Bisnis.com - Jurus Baru BI 'Paksa' Bank Turunkan Bunga Kredit](
  4. [Kontan - BI Memperpanjang Relaksasi Cicilan Kartu Kredit](
  5. [Detik Finance - Keringanan Bayar Tagihan Kartu Kredit Diperpanjang](
Original Sources

Story Info

Published
1 month ago
Read Time
13 min
Sources
7 verified

Topics Covered

Monetary PolicyLiquidity IncentivesCredit GrowthFinancial Regulation

Key Events

1

New Liquidity Incentive Policy Introduction

2

Credit Card Relief Extension

3

Macroprudential Policy Adjustment

Timeline from 7 verified sources