Key insights and market outlook
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengumumkan bahwa bank sentral akan mempertahankan keseimbangan kebijakan moneter antara stabilitas dan pertumbuhan di 2026. Sementara kebijakan moneter tetap fokus pada pro-stabilitas dan pertumbuhan, area kebijakan lain termasuk langkah makroprudensial, digitalisasi sistem pembayaran, dan pengembangan UMKM akan diarahkan untuk tujuan pro-pertumbuhan. Bank memproyeksikan pertumbuhan ekonomi antara 4,9% hingga 5,7% di 2026 dan 5,1% hingga 5,9% di 2027.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengumumkan bahwa bank sentral akan mempertahankan pendekatan kebijakan moneter seimbang di 2026, dengan fokus pada stabilitas dan pertumbuhan ekonomi. Dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025, Warjiyo menekankan bahwa meskipun terdapat ketidakpastian global, bank akan terus memprioritaskan sikap pro-stabilitas dan pertumbuhan. Pendekatan seimbang ini bertujuan untuk menghadapi tantangan lingkungan ekonomi global sembari mendukung ekspansi ekonomi domestik.
Sementara kebijakan moneter akan mempertahankan fokus ganda pada stabilitas dan pertumbuhan, Warjiyo mengungkapkan bahwa empat area kebijakan lain akan diarahkan untuk tujuan pro-pertumbuhan. Ini termasuk: 1) Kebijakan makroprudensial, 2) Digitalisasi sistem pembayaran, 3) Pendalaman pasar keuangan, dan 4) Pengembangan UMKM dan keuangan syariah. Pendekatan berbeda ini menunjukkan komitmen BI untuk mendukung pertumbuhan ekonomi melalui berbagai instrumen kebijakan sambil menjaga stabilitas moneter.
Bank sentral memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia antara 4,9% hingga 5,7% di 2026 dan sedikit lebih tinggi pada 5,1% hingga 5,9% di 2027. Proyeksi ini mencerminkan pandangan optimis BI terhadap prospek ekonomi negara sembari mengakui potensi gangguan global. Perkiraan pertumbuhan didukung oleh langkah-langkah kebijakan komprehensif yang bertujuan merangsang aktivitas ekonomi.
Warjiyo menguraikan beberapa langkah kebijakan utama yang akan diterapkan di 2026. Untuk kebijakan moneter, bank akan terus memantau inflasi dengan cermat dan mempertimbangkan penurunan suku bunga lebih lanjut jika diperlukan untuk mendukung pertumbuhan. Selain itu, BI akan menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi di pasar NDF luar negeri dan pasar spot domestik, serta melalui pembelian SBN di pasar sekunder. Bank sentral juga berencana untuk memperluas likuiditas melalui langkah-langkah pro-pasar untuk meningkatkan efektivitas transmisi kebijakan moneter dan memperdalam pasar keuangan. Selanjutnya, BI akan menjaga cadangan devisa yang memadai dan memperluas penggunaan instrumen penempatan valas DHE SDA.
Monetary Policy Announcement
Economic Growth Projection Update