BI Maintains Pro-Stability and Pro-Growth Monetary Policy for 2026
Back
Back
6
Impact
5
Urgency
Sentiment Analysis
BearishPositiveBullish
PublishedDec 4
Sources1 verified

BI Pertahankan Kebijakan Moneter Pro-Stabilitas dan Pro-Pertumbuhan untuk 2026

Tim Editorial AnalisaHub·4 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengumumkan bahwa bank sentral akan mempertahankan keseimbangan kebijakan moneter antara stabilitas dan pertumbuhan di 2026. Sementara kebijakan moneter tetap fokus pada pro-stabilitas dan pertumbuhan, area kebijakan lain termasuk langkah makroprudensial, digitalisasi sistem pembayaran, dan pengembangan UMKM akan diarahkan untuk tujuan pro-pertumbuhan. Bank memproyeksikan pertumbuhan ekonomi antara 4,9% hingga 5,7% di 2026 dan 5,1% hingga 5,9% di 2027.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Bank Indonesia Pertahankan Pendekatan Kebijakan Moneter Seimbang untuk 2026

Fokus Ganda pada Stabilitas dan Pertumbuhan

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengumumkan bahwa bank sentral akan mempertahankan pendekatan kebijakan moneter seimbang di 2026, dengan fokus pada stabilitas dan pertumbuhan ekonomi. Dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025, Warjiyo menekankan bahwa meskipun terdapat ketidakpastian global, bank akan terus memprioritaskan sikap pro-stabilitas dan pertumbuhan. Pendekatan seimbang ini bertujuan untuk menghadapi tantangan lingkungan ekonomi global sembari mendukung ekspansi ekonomi domestik.

Pendekatan Kebijakan yang Berbeda

Sementara kebijakan moneter akan mempertahankan fokus ganda pada stabilitas dan pertumbuhan, Warjiyo mengungkapkan bahwa empat area kebijakan lain akan diarahkan untuk tujuan pro-pertumbuhan. Ini termasuk: 1) Kebijakan makroprudensial, 2) Digitalisasi sistem pembayaran, 3) Pendalaman pasar keuangan, dan 4) Pengembangan UMKM dan keuangan syariah. Pendekatan berbeda ini menunjukkan komitmen BI untuk mendukung pertumbuhan ekonomi melalui berbagai instrumen kebijakan sambil menjaga stabilitas moneter.

Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi

Bank sentral memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia antara 4,9% hingga 5,7% di 2026 dan sedikit lebih tinggi pada 5,1% hingga 5,9% di 2027. Proyeksi ini mencerminkan pandangan optimis BI terhadap prospek ekonomi negara sembari mengakui potensi gangguan global. Perkiraan pertumbuhan didukung oleh langkah-langkah kebijakan komprehensif yang bertujuan merangsang aktivitas ekonomi.

Langkah-Langkah Kebijakan

Warjiyo menguraikan beberapa langkah kebijakan utama yang akan diterapkan di 2026. Untuk kebijakan moneter, bank akan terus memantau inflasi dengan cermat dan mempertimbangkan penurunan suku bunga lebih lanjut jika diperlukan untuk mendukung pertumbuhan. Selain itu, BI akan menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi di pasar NDF luar negeri dan pasar spot domestik, serta melalui pembelian SBN di pasar sekunder. Bank sentral juga berencana untuk memperluas likuiditas melalui langkah-langkah pro-pasar untuk meningkatkan efektivitas transmisi kebijakan moneter dan memperdalam pasar keuangan. Selanjutnya, BI akan menjaga cadangan devisa yang memadai dan memperluas penggunaan instrumen penempatan valas DHE SDA.

Original Sources
03

Source References

Click any source to view the original article in a new tab

Story Info

Published
1 month ago
Read Time
12 min
Sources
1 verified

Topics Covered

Monetary PolicyEconomic Growth ProjectionsFinancial Stability

Key Events

1

Monetary Policy Announcement

2

Economic Growth Projection Update

Timeline from 1 verified sources