BI Responds to Criticism on SRBI Impact on Money Supply Growth
Back
Back
5
Impact
6
Urgency
Sentiment Analysis
BearishNeutralBullish
PublishedDec 4
Sources1 verified

BI Menjawab Kritik soal Dampak SRBI terhadap Pertumbuhan Uang Beredar

Tim Editorial AnalisaHub·4 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Bank Indonesia (BI) menanggapi kritik Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terkait dampak Sekuritas Rupiah BI (SRBI) terhadap perlambatan pertumbuhan uang beredar. Deputi Gubernur Destry Damayanti menjelaskan bahwa BI menggunakan bauran kebijakan moneter untuk menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi. BI telah membeli obligasi pemerintah senilai Rp290 triliun dan menyediakan fasilitas FX swap dan repo yang melebihi Rp1.000 triliun.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Bank Indonesia Menanggapi Kritik tentang Dampak SRBI terhadap Uang Beredar

Respons terhadap Kekhawatiran Menteri Keuangan

Bank Indonesia (BI) telah menanggapi kritik Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terkait dampak Sekuritas Rupiah BI (SRBI) terhadap pertumbuhan uang beredar. Dalam Financial Forum di Bursa Efek Indonesia, Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti menjelaskan bahwa BI menggunakan bauran kebijakan moneter untuk menjaga stabilitas keuangan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi.

Langkah-Langkah Kebijakan Moneter

Destry Damayanti menekankan bahwa BI secara aktif menjalankan kebijakan moneter ekspansif di samping langkah kontraksi. Bank sentral telah membeli obligasi pemerintah senilai Rp290 triliun sejak awal 2025, menunjukkan komitmennya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Selain itu, BI telah menyediakan likuiditas signifikan melalui fasilitas FX swap dan repo yang melebihi Rp1.000 triliun.

Peran SRBI dalam Manajemen Likuiditas

Mengenai SRBI, Destry menjelaskan bahwa instrumen ini digunakan untuk manajemen likuiditas dan menjaga stabilitas keuangan. Ketika terjadi arus modal keluar yang signifikan, SRBI berfungsi sebagai pemicu untuk menarik arus modal investor dengan menyesuaikan suku bunganya. Setelah mengalami penurunan suku bunga yang signifikan mengikuti penurunan BI rate sebesar 125 basis poin tahun ini, BI telah melakukan normalisasi suku bunga SRBI, yang mulai menarik arus masuk ke SRBI dan obligasi pemerintah.

Konteks Kritik

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah mengungkapkan kekhawatiran bahwa SRBI menyerap likuiditas signifikan dari sistem keuangan, yang berpotensi memperlambat pertumbuhan uang beredar. Ia menunjukkan bahwa meskipun menyuntikkan Rp200 triliun ke sistem keuangan melalui Himbara dan Bank Jakarta pada September 2025, pertumbuhan base money melambat dari 13% di September menjadi 7% di Oktober 2025. Purbaya menduga bahwa SRBI mungkin menjadi faktor yang berkontribusi pada perlambatan ini.

Tanggapan BI

Destry Damayanti menanggapi kekhawatiran Purbaya dengan menekankan bahwa kebijakan moneter BI tidak hanya kontraksi. Ia menyoroti upaya bank sentral untuk menyeimbangkan stabilitas dan pertumbuhan melalui berbagai instrumen moneter. Diskusi ini berlangsung dalam Financial Forum yang dihadiri oleh para pemangku kepentingan keuangan, termasuk Ketua OJK Mahendra Siregar dan Ketua LPS.

Original Sources
03

Source References

Click any source to view the original article in a new tab

Story Info

Published
1 month ago
Read Time
13 min
Sources
1 verified
Related Stocks
BMRIBBRIBBNI

Topics Covered

Monetary PolicyFinancial StabilityCentral Bank Operations

Key Events

1

SRBI Rate Adjustment

2

Government Bond Purchase

3

FX Swap Facility Expansion

Timeline from 1 verified sources