BI Reveals Banks Are More Selective in Financing MSMEs as Credit Risk Rises
Back
Back
5
Impact
6
Urgency
Sentiment Analysis
BearishNeutralBullish
PublishedDec 18
Sources1 verified

BI Ungkap Bank Lebih Selektif Biayai UMKM saat Risiko Kredit Naik

Tim Editorial AnalisaHub·18 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Bank Indonesia (BI) mencatat bahwa bank menjadi lebih selektif dalam memberikan kredit kepada konsumen dan UMKM karena meningkatnya risiko kredit. Pertumbuhan kredit UMKM mengalami kontraksi sebesar 0,64% year-on-year pada November 2025. Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan bahwa meskipun minat penyaluran kredit perbankan masih positif, mereka memperketat persyaratan untuk kredit konsumsi dan UMKM. Pinjaman yang belum dicairkan mencapai Rp2.509,4 triliun, menunjukkan potensi pertumbuhan di masa depan.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

BI Catat Peningkatan Selektivitas dalam Pembiayaan UMKM di Tengah Meningkatnya Risiko Kredit

Respons Sektor Perbankan terhadap Meningkatnya Kekhawatiran Kredit

Bank Indonesia (BI) telah mengamati bahwa bank-bank menjadi lebih berhati-hati dalam praktik pemberian pinjaman, terutama pada segmen konsumen dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Peningkatan selektivitas ini terutama disebabkan oleh meningkatnya risiko kredit yang terkait dengan sektor-sektor ini. Menurut Gubernur BI Perry Warjiyo, meskipun minat penyaluran kredit perbankan secara keseluruhan tetap kuat, persyaratan pemberian kredit untuk konsumen dan UMKM menjadi lebih ketat.

Kontraksi Pertumbuhan Kredit UMKM

Dampak dari peningkatan kehati-hatian ini terlihat jelas pada angka pertumbuhan kredit UMKM. Pada November 2025, pertumbuhan kredit UMKM mengalami kontraksi sebesar 0,64% year-on-year. Kontraksi ini menyoroti tantangan yang dihadapi UMKM dalam mengakses kredit selama periode peningkatan risiko kredit. Meskipun demikian, pertumbuhan kredit secara keseluruhan untuk November 2025 mencapai 7,74% year-on-year, meningkat dari pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 7,36%.

Dinamika Kredit dan Prospek Masa Depan

Sektor perbankan di Indonesia memiliki pinjaman yang belum dicairkan sebesar Rp2.509,4 triliun, yang merupakan 23,18% dari total fasilitas kredit yang tersedia. Angka yang signifikan ini menunjukkan potensi pertumbuhan kredit di masa depan, tergantung pada kondisi ekonomi dan permintaan peminjam. Gubernur Warjiyo menekankan perlunya upaya terus-menerus untuk meningkatkan pertumbuhan kredit guna mendukung ekspansi ekonomi. Ia mencatat bahwa permintaan kredit tetap lesu, dipengaruhi oleh pendekatan 'wait and see' yang dilakukan bisnis dan penurunan suku bunga pinjaman yang lambat.

Kebijakan Moneter dan Dinamika Suku Bunga

Transmisi pelonggaran kebijakan moneter ke suku bunga pinjaman terbukti lambat. Meskipun terjadi penurunan BI rate sebesar 125 basis poin, penurunan suku bunga pinjaman lebih moderat. Suku bunga deposito satu bulan turun 67 basis poin dari 4,81% awal 2025 menjadi 4,15% pada November 2025. Suku bunga pinjaman hanya turun 24 basis poin dari 9,20% menjadi 8,96% selama periode yang sama. Keterlambatan penyesuaian suku bunga ini mencerminkan kompleksitas respons sektor perbankan terhadap perubahan kebijakan moneter.

Outlook dan Koordinasi Kebijakan

BI memproyeksikan bahwa pertumbuhan kredit untuk 2025 akan berada pada batas bawah kisaran 8-11% year-on-year dan mengharapkan perbaikan pada 2026. Untuk mengatasi tantangan ini, BI berencana memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) untuk mendorong pertumbuhan kredit dan memperbaiki struktur suku bunga. Pendekatan kolaboratif ini bertujuan menciptakan lingkungan yang lebih kondusif bagi pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan aktivitas sektor perbankan.

Original Sources
03

Source References

Click any source to view the original article in a new tab

Story Info

Published
1 month ago
Read Time
14 min
Sources
1 verified

Topics Covered

MSME FinancingCredit Risk ManagementMonetary Policy Transmission

Key Events

1

MSME Loan Growth Contraction

2

Credit Risk Increase

3

Monetary Policy Easing

Timeline from 1 verified sources