Key insights and market outlook
Bank Indonesia (BI) menetapkan target pertumbuhan kredit 8-12% untuk tahun 2026, memicu reaksi dari para eksekutif perbankan. Henry Widjaja dari Bank Permata menyatakan bahwa bank akan mengikuti pertumbuhan pasar sambil tetap berhati-hati dalam penyaluran kredit. Sementara itu, Batara Sianturi dari Citi Indonesia meyakini pertumbuhan kredit bisa melebihi ekspektasi karena insentif pemerintah dan potensi penurunan suku bunga.
Bank Indonesia telah menetapkan target pertumbuhan kredit sebesar 8-12% untuk tahun 2026, memicu berbagai respons dari para eksekutif perbankan. Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengungkapkan optimisme tentang pencapaian target ini selama Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2025.
Chief Commercial Banking Officer Bank Permata, Henry Widjaja, menyatakan bahwa banknya akan menyesuaikan pertumbuhan kredit dengan kondisi pasar. Widjaja menekankan bahwa tumbuh secara signifikan di bawah tingkat pasar dapat melemahkan posisi bank. Ia mencatat bahwa faktor permintaan tetap menjadi tantangan utama pertumbuhan kredit, karena kebutuhan pembiayaan pelaku industri sangat terkait dengan perkembangan ekonomi.
Sebaliknya, CEO Citi Indonesia, Batara Sianturi, mengungkapkan pandangan yang lebih optimis, menyatakan bahwa pertumbuhan kredit dapat melebihi ekspektasi di 2026. Sianturi menunjuk pada insentif pemerintah dan prospek penurunan suku bunga global dan domestik sebagai potensi katalis untuk meningkatkan permintaan kredit. Ia mencatat bahwa lingkungan suku bunga yang lebih kondusif dapat merangsang pinjaman dan aktivitas ekonomi secara keseluruhan.
Untuk mendukung target pertumbuhan kredit, Gubernur BI Perry Warjiyo mengumumkan bahwa bank sentral akan mempertahankan kebijakan makroprudensial yang longgar di 2026. Bank sentral berencana memberikan insentif likuiditas makroprudensial kepada bank yang lebih cepat menurunkan suku bunganya. Kebijakan ini bertujuan untuk mendorong praktik pinjaman yang lebih agresif di kalangan bank dan merangsang pertumbuhan kredit secara keseluruhan.
Kombinasi antara sikap moneter akomodatif BI dan langkah-langkah dukungan pemerintah diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih mendukung perluasan kredit di tahun mendatang. Bank-bank kemungkinan akan mengadopsi pendekatan yang hati-hati namun optimis saat mereka menavigasi lanskap ekonomi yang terus berkembang.
BI Credit Growth Target Announcement
Macroprudential Policy Relaxation