BI Sets 8-12% Credit Growth Target for Next Year, Bankers Respond
Back
Back
7
Impact
6
Urgency
Sentiment Analysis
BearishPositiveBullish
PublishedDec 4
Sources1 verified

BI Targetkan Pertumbuhan Kredit 8-12% Tahun Depan, Bankir Beri Respons

Tim Editorial AnalisaHub·4 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Bank Indonesia (BI) menetapkan target pertumbuhan kredit 8-12% untuk tahun 2026, memicu reaksi dari para eksekutif perbankan. Henry Widjaja dari Bank Permata menyatakan bahwa bank akan mengikuti pertumbuhan pasar sambil tetap berhati-hati dalam penyaluran kredit. Sementara itu, Batara Sianturi dari Citi Indonesia meyakini pertumbuhan kredit bisa melebihi ekspektasi karena insentif pemerintah dan potensi penurunan suku bunga.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

BI Targetkan Pertumbuhan Kredit Tinggi untuk 2026

Respons Industri Perbankan terhadap Proyeksi Baru

Bank Indonesia telah menetapkan target pertumbuhan kredit sebesar 8-12% untuk tahun 2026, memicu berbagai respons dari para eksekutif perbankan. Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengungkapkan optimisme tentang pencapaian target ini selama Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2025.

Perspektif Bankir tentang Pertumbuhan Kredit

Chief Commercial Banking Officer Bank Permata, Henry Widjaja, menyatakan bahwa banknya akan menyesuaikan pertumbuhan kredit dengan kondisi pasar. Widjaja menekankan bahwa tumbuh secara signifikan di bawah tingkat pasar dapat melemahkan posisi bank. Ia mencatat bahwa faktor permintaan tetap menjadi tantangan utama pertumbuhan kredit, karena kebutuhan pembiayaan pelaku industri sangat terkait dengan perkembangan ekonomi.

Sebaliknya, CEO Citi Indonesia, Batara Sianturi, mengungkapkan pandangan yang lebih optimis, menyatakan bahwa pertumbuhan kredit dapat melebihi ekspektasi di 2026. Sianturi menunjuk pada insentif pemerintah dan prospek penurunan suku bunga global dan domestik sebagai potensi katalis untuk meningkatkan permintaan kredit. Ia mencatat bahwa lingkungan suku bunga yang lebih kondusif dapat merangsang pinjaman dan aktivitas ekonomi secara keseluruhan.

Dukungan Kebijakan Makroprudensial BI

Untuk mendukung target pertumbuhan kredit, Gubernur BI Perry Warjiyo mengumumkan bahwa bank sentral akan mempertahankan kebijakan makroprudensial yang longgar di 2026. Bank sentral berencana memberikan insentif likuiditas makroprudensial kepada bank yang lebih cepat menurunkan suku bunganya. Kebijakan ini bertujuan untuk mendorong praktik pinjaman yang lebih agresif di kalangan bank dan merangsang pertumbuhan kredit secara keseluruhan.

Kombinasi antara sikap moneter akomodatif BI dan langkah-langkah dukungan pemerintah diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih mendukung perluasan kredit di tahun mendatang. Bank-bank kemungkinan akan mengadopsi pendekatan yang hati-hati namun optimis saat mereka menavigasi lanskap ekonomi yang terus berkembang.

Original Sources
03

Source References

Click any source to view the original article in a new tab

Story Info

Published
1 month ago
Read Time
10 min
Sources
1 verified
Related Stocks
BNLI

Topics Covered

Credit Growth ProjectionBanking Industry OutlookMonetary Policy Support

Key Events

1

BI Credit Growth Target Announcement

2

Macroprudential Policy Relaxation

Timeline from 1 verified sources