BI Unveils Comprehensive 2026 Policy Mix, Includes DHE SDA Evaluation
Back
Back
7
Impact
6
Urgency
Sentiment Analysis
BearishPositiveBullish
PublishedDec 4
Sources1 verified

BI Paparkan Bauran Kebijakan 2026, Termasuk Evaluasi DHE SDA

Tim Editorial AnalisaHub·4 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Gubernur BI Perry Warjiyo memaparkan bauran kebijakan komprehensif BI untuk 2026, termasuk penyesuaian kebijakan moneter, langkah-langkah makroprudensial, dan peningkatan sistem pembayaran. Sorotan utama meliputi potensi pemotongan BI rate lebih lanjut jika inflasi tetap terkendali, insentif likuiditas yang diperluas untuk meningkatkan kredit perbankan, dan digitalisasi yang dipercepat melalui inisiatif 'Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa'. Bauran kebijakan juga mencakup evaluasi program Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) yang diminta oleh Presiden Prabowo Subianto.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Bank Indonesia Paparkan Bauran Kebijakan Komprehensif 2026

Penyesuaian Kebijakan Moneter

Gubernur BI Perry Warjiyo mempresentasikan bauran kebijakan komprehensif BI untuk tahun 2026 pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI). Arah kebijakan moneter mencakup pemeriksaan potensi penurunan BI rate lebih lanjut untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sembari menjaga kontrol inflasi. Warjiyo menyatakan bahwa dengan inflasi yang terkendali, BI akan mempertimbangkan pemotongan suku bunga lebih lanjut untuk mendukung ekspansi ekonomi.

Langkah Makroprudensial

Kebijakan makroprudensial akan difokuskan pada sikap makroprudensial yang longgar untuk mendorong pertumbuhan kredit perbankan yang lebih tinggi, terutama ke sektor prioritas pemerintah. BI berencana meningkatkan insentif likuiditas menjadi Rp423 triliun mulai Desember 2025 bagi bank yang cepat menurunkan suku bunga. Bank sentral juga akan memperkuat surveilans sistemik untuk menjaga stabilitas sistem keuangan dengan berkoordinasi bersama regulator keuangan lainnya.

Peningkatan Sistem Pembayaran

Dalam bidang sistem pembayaran, BI mempercepat digitalisasi melalui inisiatif 'Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa', sesuai dengan Cetak Biru Sistem Pembayaran Indonesia 2030. Inisiatif utama meliputi:

  1. Pengembangan infrastruktur New BI-Fast yang terhubung dengan sistem pembayaran cepat industri
  2. Modernisasi sistem BI-RTGS (Real-Time Gross Settlement)
  3. Konsolidasi industri pembayaran menjadi kategori utama dan non-utama
  4. Perluasan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) menjadi 60 juta pengguna dan 45 juta merchant, terutama UMKM
  5. Penjelajahan penerbitan Rupiah digital sebagai satu-satunya instrumen pembayaran digital yang sah

Pengembangan Pasar Valuta Asing dan Keuangan

BI berencana meningkatkan pengembangan pasar valuta asing melalui berbagai langkah termasuk meningkatkan volume transaksi valuta asing menjadi US$18 miliar per hari pada 2030 dan transaksi pasar uang menjadi Rp81 triliun per hari pada 2030. Bank sentral juga akan memperkuat kerja sama dengan pelaku pasar dan pemangku kepentingan lainnya untuk mengembangkan infrastruktur pasar keuangan.

Transformasi Kelembagaan

Di bidang kelembagaan, BI berkomitmen meningkatkan kapabilitas digital melalui Integrated Digital Center, yang didukung oleh analisis data canggih dan kapabilitas artificial intelligence. Bank juga akan menjaga transparansi melalui pelaporan kinerja secara teratur kepada Presiden dan DPR.

Original Sources
03

Source References

Click any source to view the original article in a new tab

Story Info

Published
1 month ago
Read Time
13 min
Sources
1 verified

Topics Covered

Monetary PolicyMacroprudential MeasuresDigitalizationFinancial Market Development

Key Events

1

BI Policy Mix Announcement 2026

2

Potential BI Rate Cut

3

Expanded Liquidity Incentives

4

Digital Rupiah Exploration

Timeline from 1 verified sources