Key insights and market outlook
Gubernur BI Perry Warjiyo memaparkan bauran kebijakan komprehensif BI untuk 2026, termasuk penyesuaian kebijakan moneter, langkah-langkah makroprudensial, dan peningkatan sistem pembayaran. Sorotan utama meliputi potensi pemotongan BI rate lebih lanjut jika inflasi tetap terkendali, insentif likuiditas yang diperluas untuk meningkatkan kredit perbankan, dan digitalisasi yang dipercepat melalui inisiatif 'Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa'. Bauran kebijakan juga mencakup evaluasi program Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) yang diminta oleh Presiden Prabowo Subianto.
Gubernur BI Perry Warjiyo mempresentasikan bauran kebijakan komprehensif BI untuk tahun 2026 pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI). Arah kebijakan moneter mencakup pemeriksaan potensi penurunan BI rate lebih lanjut untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sembari menjaga kontrol inflasi. Warjiyo menyatakan bahwa dengan inflasi yang terkendali, BI akan mempertimbangkan pemotongan suku bunga lebih lanjut untuk mendukung ekspansi ekonomi.
Kebijakan makroprudensial akan difokuskan pada sikap makroprudensial yang longgar untuk mendorong pertumbuhan kredit perbankan yang lebih tinggi, terutama ke sektor prioritas pemerintah. BI berencana meningkatkan insentif likuiditas menjadi Rp423 triliun mulai Desember 2025 bagi bank yang cepat menurunkan suku bunga. Bank sentral juga akan memperkuat surveilans sistemik untuk menjaga stabilitas sistem keuangan dengan berkoordinasi bersama regulator keuangan lainnya.
Dalam bidang sistem pembayaran, BI mempercepat digitalisasi melalui inisiatif 'Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa', sesuai dengan Cetak Biru Sistem Pembayaran Indonesia 2030. Inisiatif utama meliputi:
BI berencana meningkatkan pengembangan pasar valuta asing melalui berbagai langkah termasuk meningkatkan volume transaksi valuta asing menjadi US$18 miliar per hari pada 2030 dan transaksi pasar uang menjadi Rp81 triliun per hari pada 2030. Bank sentral juga akan memperkuat kerja sama dengan pelaku pasar dan pemangku kepentingan lainnya untuk mengembangkan infrastruktur pasar keuangan.
Di bidang kelembagaan, BI berkomitmen meningkatkan kapabilitas digital melalui Integrated Digital Center, yang didukung oleh analisis data canggih dan kapabilitas artificial intelligence. Bank juga akan menjaga transparansi melalui pelaporan kinerja secara teratur kepada Presiden dan DPR.
BI Policy Mix Announcement 2026
Potential BI Rate Cut
Expanded Liquidity Incentives
Digital Rupiah Exploration