Key insights and market outlook
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memperingatkan bahwa ketidakpastian pasar keuangan global telah meningkat akibat government shutdown AS dan arah kebijakan moneter di bawah Presiden Donald Trump. Shutdown yang berlangsung dari 1 Oktober hingga 12 November 2025 ini tercatat sebagai terlama dalam sejarah AS. Warjiyo menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi AS masih lesu karena dampak tarif dagang yang berkelanjutan dan terhentinya sementara aktivitas pemerintah.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengungkapkan keprihatinan bahwa penutupan pemerintah AS baru-baru ini telah menyebabkan ketidakpastian yang meningkat di pasar keuangan global. Shutdown yang terjadi dari 1 Oktober hingga 12 November 2025 ini dicatat sebagai terlama dalam sejarah AS. Warjiyo menekankan bahwa perkembangan ini, ditambah dengan arah kebijakan moneter di bawah Presiden AS Donald Trump, telah berkontribusi pada meningkatnya ketidakpastian.
Shutdown yang berkepanjangan ini telah mengakibatkan pertumbuhan ekonomi AS yang lesu, terutama karena dampak berkelanjutan dari tarif dagang dan terhentinya sementara aktivitas pemerintah. Warjiyo menekankan bahwa faktor-faktor ini tidak hanya mempengaruhi pertumbuhan ekonomi tetapi juga menyebabkan angka pengangguran yang lemah di AS. Situasi ini menggarisbawahi keterkaitan pasar keuangan global dan potensi efek riak dari peristiwa penting di ekonomi besar.
Bank Indonesia tetap waspada dalam memantau perkembangan ini, mengingat potensi implikasinya terhadap stabilitas keuangan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Bank sentral ini terus memantau situasi untuk menentukan respons kebijakan yang tepat jika diperlukan.
US Government Shutdown
BI Warning on Financial Uncertainty