Key insights and market outlook
Peta saham big cap di Indonesia tahun 2026 masih didominasi oleh sektor perbankan dan energi. PT Barito Renewable Energy Tbk (BREN) memimpin dengan kapitalisasi pasar Rp 1.298 triliun, diikuti oleh PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan Rp 985 triliun. Emiten besar lainnya termasuk PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI). Perusahaan-perusahaan ini umumnya dimiliki oleh konglomerat besar, mempertahankan posisi kuat mereka di pasar.
Peta saham big cap di Indonesia tahun 2026 masih didominasi oleh perusahaan dari sektor perbankan dan energi. PT Barito Renewable Energy Tbk (BREN) memimpin dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp 1.298 triliun per 30 Desember 2025, mempertahankan posisinya sebagai emiten terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Sektor perbankan tetap terwakili kuat dengan dua emiten besar masuk dalam lima besar. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) berada di posisi kedua dengan kapitalisasi pasar Rp 985 triliun, menyumbang 6,22% dari total kapitalisasi pasar BEI. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menyusul di posisi kelima dengan market cap Rp 549 triliun.
Sektor energi dan komoditas juga terwakili kuat dengan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) di posisi ketiga dengan kapitalisasi pasar Rp 778 triliun. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), pemain utama di industri petrokimia, berada di urutan keempat dengan market cap Rp 606 triliun.
Komposisi saham big cap di Indonesia tetap konsisten dengan tahun-tahun sebelumnya, dimana perusahaan yang berafiliasi dengan konglomerat besar tetap mendominasi. Pasar tetap menunjukkan konsentrasi pada sektor energi dan keuangan, mencerminkan struktur ekonomi dan pola investasi di Indonesia.
Market Capitalization Ranking 2026
Big Cap Stocks Composition