Key insights and market outlook
Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto mengungkapkan pernyataan Presiden ke-7 Joko Widodo yang membuat kepala daerah malu. Jokowi mengkritik banyak kota di Indonesia yang memiliki tagline serupa, kurang karakter unik. Pengungkapan ini berasal dari pengalaman Bima saat menjabat sebagai Wali Kota Bogor selama kepemimpinan Jokowi.
Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto baru-baru ini membagikan pengalamannya saat menjabat sebagai Wali Kota Bogor yang meninggalkan kesan mendalam. Saat Presiden ke-7 Joko Widodo berkunjung ke Bogor, Jokowi membuat pernyataan yang menurut Bima Arya membuat malu para kepala daerah di Indonesia. Mantan presiden tersebut mengungkapkan frustrasinya terhadap kesamaan tagline kota-kota di Indonesia.
Jokowi dikutip mengatakan, 'saya nggak abis pikir seluruh kota di Indonesia tagline-nya sama. Semua pakai ber, beriman, berhiber, ber ber ber, semuanya ber. Tidak ada karakter yang keluar di sana.' Pernyataan ini, yang dibuat menjelang akhir masa jabatan Jokowi, menyoroti keprihatinannya terhadap kurangnya identitas unik di antara kota-kota Indonesia.
Bima Arya membagikan anekdot ini dalam acara Sarasehan Hari Agraria dan Tata Ruang Nasional 2025 di Jakarta, menekankan pentingnya pengembangan branding daerah yang berbeda. Isu yang diangkat Jokowi ini tidak hanya menyangkut semantik, tapi juga tantangan yang lebih luas dalam menciptakan identitas lokal yang bermakna dan mencerminkan karakteristik serta kekuatan unik masing-masing daerah.
Percakapan yang dipicu oleh pernyataan Jokowi ini terus bergema dalam diskusi pembangunan daerah saat ini. Ketika Indonesia bergerak maju dengan rencana pembangunan perkotaan, kebutuhan kota-kota untuk membangun branding otentik yang menangkap esensi mereka menjadi semakin penting. Tantangan ini menjadi kesempatan bagi para pemimpin daerah untuk meninjau kembali strategi branding mereka dan menciptakan identitas yang lebih khas yang dapat menarik investasi, pariwisata, dan talenta.