Key insights and market outlook
PT Abadi Lestari Indonesia (RLCO), perusahaan eksportir sarang burung walet, akan melakukan Penawaran Umum Perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 8 Desember 2025. Perusahaan berencana melepas 625 juta saham, atau 20% dari total saham, dengan harga Rp 150-168 per saham, untuk mengumpulkan dana hingga Rp 105 miliar. Hasil IPO ini akan menjadi modal segar bagi operasional dan ekspansi perusahaan.
PT Abadi Lestari Indonesia, dengan kode saham RLCO, sedang mempersiapkan Penawaran Umum Perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). IPO ini dijadwalkan mulai diperdagangkan pada 8 Desember 2025. Menurut prospektus, perusahaan akan melepas 625 juta saham, atau 20% dari total modal yang ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Harga saham ditetapkan dalam rentang Rp 150 hingga Rp 168 per lembar, yang valuasinya sekitar Rp 525 miliar pre-IPO. Dana maksimum yang akan dikumpulkan melalui penawaran umum ini mencapai Rp 105 miliar.
Abadi Lestari Indonesia beroperasi sebagai eksportir sarang burung walet yang dapat dimakan, komoditas yang sangat dihargai terutama di pasar Asia. Model bisnis perusahaan melibatkan pengumpulan, pengolahan, dan ekspor sarang burung ke berbagai negara dimana mereka digunakan terutama untuk tujuan kuliner dan pengobatan. Keputusan untuk go public datang ketika perusahaan berupaya memperluas operasinya dan berpotensi meningkatkan pangsa pasarnya di industri ekspor sarang burung yang kompetitif.
Pelaksanaan IPO yang sukses tidak hanya akan menyediakan modal segar yang signifikan bagi Abadi Lestari, tetapi juga meningkatkan transparansi dan standar tata kelola perusahaan. Dana tambahan diharapkan digunakan untuk ekspansi bisnis, termasuk potensi peningkatan kapasitas produksi dan aktivitas pengembangan pasar. Pencatatan di BEI juga akan memberikan likuiditas bagi saham perusahaan dan berpotensi membuka jalan bagi aktivitas pasar modal di masa depan.
IPO Listing
Capital Raising
Public Offering