Key insights and market outlook
Bank Indonesia memproyeksikan perekonomian Indonesia akan tumbuh antara 6,7%-7,7% pada tahun 2031 dalam skenario paling optimisnya. Ekonom Banjaran Surya Indrastomo dari Bank Syariah Indonesia (BSI) menganggap proyeksi ini masih realistis jika agenda pembangunan prioritas dijalankan secara konsisten. Penggerak pertumbuhan utama meliputi program hilirisasi, penguatan rantai pasok, dan pembangunan infrastruktur. Tantangan di masa depan mencakup risiko fragmentasi global dan ketidakpastian geopolitik selama tahun pemilu negara-negara besar.
Bank Indonesia telah memproyeksikan bahwa ekonomi Indonesia dapat mencapai tingkat pertumbuhan antara 6,7% hingga 7,7% pada tahun 2031 dalam skenario perkembangan paling optimis. Banjaran Surya Indrastomo, Kepala Ekonomi di Bank Syariah Indonesia (BSI), percaya bahwa proyeksi ini tetap realistis asalkan agenda prioritas pembangunan pemerintah dijalankan secara konsisten. Faktor-faktor utama yang mendukung pertumbuhan ini mencakup program hilirisasi yang sedang berlangsung, inisiatif penguatan rantai pasok, dan proyek pembangunan infrastruktur yang saat ini menjadi fokus pemerintah.
Banjaran menekankan bahwa meskipun penggerak pertumbuhan makro ini sangat penting, kualitas pertumbuhan juga ditingkatkan melalui inisiatif peningkatan kualitas tenaga kerja. Ini mencakup program pelatihan vokasi dan transformasi sistem pendidikan yang sedang dilaksanakan untuk mempersiapkan tenaga kerja yang lebih terampil bagi perekonomian masa depan. "Jika agenda-agenda pembangunan ini terus berkembang sesuai rencana, peluang untuk mencapai pertumbuhan mendekati 7% tetap terbuka," kata Banjaran dalam wawancara dengan Kontan.
Meskipun jalur pertumbuhan saat ini tampak menjanjikan, Banjaran menyoroti bahwa tantangan terbesar akan datang dari faktor-faktor eksternal di tahun-tahun mendatang. Risiko fragmentasi global, meningkatnya ketidakpastian geopolitik, dan terjadinya tahun-tahun pemilihan di ekonomi besar seperti Amerika Serikat, India, Inggris, dan negara-negara Uni Eropa dapat berpotensi mempengaruhi jalur pertumbuhan ekonomi Indonesia. Faktor-faktor global ini akan memerlukan pemantauan yang cermat dan respons kebijakan strategis dari pemerintah dan otoritas keuangan.
Pencapaian tingkat pertumbuhan yang diproyeksikan oleh BI akan menempatkan Indonesia sebagai salah satu ekonomi paling dinamis di kawasan. Namun, mempertahankan momentum pertumbuhan ini akan memerlukan upaya berkelanjutan dalam melaksanakan reformasi struktural, meningkatkan ketahanan ekonomi, dan beradaptasi dengan perubahan kondisi ekonomi global. Kemampuan pemerintah untuk menyeimbangkan stimulasi pertumbuhan dengan stabilitas ekonomi akan sangat penting dalam menavigasi tantangan di masa depan.
BI Economic Growth Projection 2031
Government Development Agenda Implementation