Key insights and market outlook
Harga Bitcoin (BTC) dan emas melonjak dalam beberapa pekan terakhir di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global, termasuk perang dagang dan konflik Timur Tengah. Bitcoin mencapai US$ 95.137, sementara emas menyentuh US$ 2.595 per troy ons. Kenaikan ini mengikuti rilis data inflasi AS yang moderat, dengan Indeks Harga Konsumen (CPI) AS naik 0,3% secara bulanan dan 2,7% secara tahunan di bulan Desember.
Harga Bitcoin (BTC) dan emas telah mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa minggu terakhir, didorong oleh meningkatnya ketegangan geopolitik global. Kenaikan kedua instrumen investasi ini bertepatan dengan meningkatnya konflik di berbagai wilayah, termasuk perang dagang dan ketegangan di Timur Tengah.
Berdasarkan data perdagangan terbaru, harga emas telah mencapai US$ 2.595 per troy ons. Sementara itu, Bitcoin diperdagangkan pada US$ 95.137, yang setara dengan sekitar Rp 1,6 miliar pada kurs saat ini (asumsi Rp 16.909 per USD).
Lonjakan harga mata uang kripto dan logam mulia ini mengikuti rilis data inflasi AS untuk bulan Desember. Indeks Harga Konsumen (CPI) AS menunjukkan kenaikan sebesar 0,3% secara bulanan dan 2,7% secara tahunan. Inflasi inti, yang mengecualikan harga pangan dan energi yang fluktuatif, naik sebesar 0,2% bulanan dan 2,6% tahunan.
Angka inflasi yang moderat ini telah berkontribusi pada sentimen positif terhadap aset safe-haven seperti emas dan Bitcoin. Investor kemungkinan melihat aset-aset ini sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian ekonomi yang mungkin timbul dari ketegangan geopolitik dan tekanan inflasi.
Bitcoin Price Surge
Gold Price Increase
US Inflation Data Release