Key insights and market outlook
Harga Bitcoin (BTC) turun signifikan menjelang rilis data inflasi AS, mengalami penurunan 4,44% dalam 24 jam ke US$ 85.595. Penurunan ini mengikuti puncak harga US$ 89.945, menunjukkan penurunan mingguan sebesar 4,79%. Pasar cryptocurrency mengalami tekanan saat investor menanti data inflasi yang dapat mempengaruhi keputusan kebijakan moneter.
Pasar cryptocurrency mengalami tekanan signifikan pada 16 Desember 2025, yang tercermin dari penurunan Bitcoin (BTC) dan cryptocurrency utama lainnya seperti Ethereum (ETH), BNB, dan Solana (SOL). Berdasarkan data Coinmarketcap pada pukul 12.00 WIB, BTC turun 4,44% dalam 24 jam ke US$ 85.595, turun dari puncaknya US$ 89.945.
Dilihat dari performa mingguan, penurunan harga BTC sebesar 4,79%, setelah mencapai puncak US$ 94.350 awal pekan ini. Meskipun ada sedikit pemulihan di akhir hari, dengan BTC diperdagangkan pada US$ 87.243 pada pukul 19.03 WIB, ini masih mewakili penurunan 2,51% dalam 24 jam dan penurunan mingguan 3,48%.
Penurunan harga Bitcoin tampaknya terkait dengan rilis data inflasi AS yang akan datang. Investor berhati-hati karena data ini dapat mempengaruhi keputusan kebijakan moneter di masa depan, yang berpotensi berdampak pada pasar keuangan yang lebih luas, termasuk cryptocurrency. Dinamika pasar saat ini menunjukkan bahwa para trader melakukan penyesuaian posisi mereka dalam antisipasi laporan inflasi.
Bitcoin Price Drop
US Inflation Data Release