Key insights and market outlook
Harga Bitcoin (BTC) melonjak ke $97.000 pada 15 Januari 2026, sebelum terkoreksi ke $95.000-$96.000 setelah rilis data inflasi AS Desember 2025. Tingkat inflasi naik 0,3% bulanan dan 2,7% tahunan, sesuai dengan ekspektasi pasar. Kenaikan ini terutama didorong oleh sektor perumahan, yang naik 0,4% bulanan.
Harga Bitcoin (BTC) mengalami lonjakan signifikan, mencapai $97.000 pada 15 Januari 2026. Puncak ini diikuti oleh koreksi ringan ke kisaran $95.000-$96.000 setelah rilis data inflasi AS untuk Desember 2025. Data inflasi menunjukkan kenaikan 0,3% bulanan dan 2,7% tahunan, yang sesuai dengan ekspektasi pasar.
Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) melaporkan bahwa tingkat inflasi inti tetap stabil di 0,2% bulanan dan 2,6% tahunan. Sektor perumahan menjadi pendorong utama kenaikan inflasi, dengan kenaikan 0,4% bulanan. Performa sektor ini merupakan faktor penting dalam tren inflasi secara keseluruhan.
Rilis data inflasi, yang sesuai dengan ekspektasi pasar, menyebabkan koreksi harga Bitcoin dari puncaknya. Pasar mata uang kripto dikenal sensitif terhadap indikator makroekonomi, terutama data inflasi dari ekonomi besar seperti AS.
Lonjakan harga Bitcoin ke $97.000 mencerminkan volatilitas mata uang kripto ini dan reaksinya terhadap berbagai faktor pasar dan ekonomi. Koreksi berikutnya setelah rilis data inflasi menunjukkan interaksi kompleks antara indikator makroekonomi dan valuasi mata uang kripto.
Bitcoin Price Surge
US Inflation Data Release