Key insights and market outlook
Bitcoin turun sekitar 30% dari puncaknya di bulan Oktober, gagal memanfaatkan reli akhir tahun yang biasanya terjadi. Analis David Brickell dan Chris Mills dari London Crypto Club mengidentifikasi empat faktor utama yang menyebabkan kelemahan ini: kondisi makroekonomi global, pola adopsi institusional, perkembangan kebijakan kripto AS, dan kinerja relatif terhadap aset lain seperti emas. Kinerja buruk Bitcoin ini terjadi meskipun sentimen makroekonomi positif dan likuiditas meningkat.
Bitcoin, cryptocurrency terbesar di dunia, gagal mencapai reli akhir tahun yang biasa terjadi, malah mengalami penurunan signifikan sebesar 30% dari puncaknya di Oktober. Kinerja buruk ini sangat menonjol mengingat lingkungan makroekonomi yang mendukung, yang ditandai dengan pemotongan suku bunga global dan peningkatan likuiditas - kondisi yang biasanya mendorong aset berisiko.
Analis David Brickell dan Chris Mills dari London Crypto Club menyoroti empat alasan utama di balik kelemahan Bitcoin saat ini:
Cryptocurrency ini tidak hanya kinerjanya buruk secara absolut, tapi juga relatif terhadap aset lain. Sementara emas menunjukkan keuntungan yang kuat, Bitcoin turun sekitar 5% tahun-ke-tahun terhadap dolar AS dan kinerjanya 40% lebih buruk dibandingkan emas. Kinerja relatif yang buruk ini menimbulkan pertanyaan tentang peran Bitcoin sebagai penyimpan nilai dan lindung nilai terhadap ketidakpastian ekonomi.
Kelemahan harga Bitcoin saat ini mencerminkan interaksi kompleks antara faktor makroekonomi, perkembangan regulasi, dan dinamika pasar. Ketika pasar cryptocurrency menatap 2026, investor akan memantau dengan cermat bagaimana faktor-faktor ini berkembang dan apakah Bitcoin dapat memulihkan momentumnya.
Bitcoin Price Decline
Cryptocurrency Market Performance