Bitcoin Surges Near Rp 1.69 Billion as US Inflation Data Boosts Market Sentiment
Back
Back
7
Impact
5
Urgency
Sentiment Analysis
BearishPositiveBullish
PublishedJan 18
Sources1 verified

Bitcoin Menguat Mendekati Rp 1,69 Miliar karena Data Inflasi AS Menguatkan Sentimen Pasar

Tim Editorial AnalisaHub·18 Januari 2026
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Harga Bitcoin (BTC) menguat hingga mendekati Rp 1,69 miliar setelah rilis data inflasi AS yang moderat untuk bulan Desember, yang memperkuat ekspektasi pasar bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga saat ini. Indeks Harga Konsumen (CPI) naik 0,3% bulanan dan 2,7% tahunan, sementara inflasi inti meningkat 0,2% bulanan dan 2,6% tahunan. Sentimen positif ini tidak hanya menguatkan BTC tetapi juga Ethereum (ETH) yang naik 6,92% ke US$ 3.305.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Harga Bitcoin Menguat karena Data Inflasi AS yang Moderat Menguatkan Percayaan Pasar

Sentimen Positif Menggerakkan Pasar Kripto

Harga Bitcoin (BTC) mengalami lonjakan signifikan dalam seminggu terakhir, mencapai puncaknya di US$ 96.232 (sekitar Rp 1,62 miliar) pada hari Kamis, 14 Januari. Pergerakan naik ini terutama didorong oleh rilis data inflasi AS yang moderat untuk bulan Desember, yang sesuai dengan ekspektasi pasar dan memperkuat kemungkinan suku bunga tetap stabil dalam waktu dekat.

Data Inflasi Utama

Indeks Harga Konsumen (CPI) AS untuk Desember menunjukkan kenaikan 0,3% bulanan dan pertumbuhan 2,7% tahunan, sementara tingkat inflasi inti, yang mengecualikan harga makanan dan energi yang fluktuatif, naik sebesar 0,2% bulanan dan 2,6% tahunan. Angka-angka ini menunjukkan lingkungan inflasi yang terkendali, meningkatkan kepercayaan investor pada aset berisiko seperti cryptocurrency.

Dampak pada Pasar Cryptocurrency

Data inflasi positif langsung berdampak pada pasar cryptocurrency:

  • Harga Bitcoin (BTC) menguat mendekati Rp 1,69 miliar
  • Ethereum (ETH) naik sebesar 6,92% ke US$ 3.305 (sekitar Rp 55,88 juta)

Dinamika Pasar

Data inflasi yang moderat memperkuat ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga saat ini dalam pertemuan mendatang. Antisipasi ini menciptakan lingkungan yang menguntungkan bagi aset berisiko, termasuk cryptocurrency.

Perkembangan Regulasi

Rancangan Undang-Undang Clarity Act tentang Pasar Aset Digital di AS juga berkontribusi pada sentimen pasar yang positif. Legislasi yang diusulkan ini bertujuan untuk memberikan klasifikasi yang lebih jelas tentang aset digital sebagai sekuritas atau komoditas, yang berpotensi memberikan wewenang yang lebih luas kepada Commodity Futures Trading Commission (CFTC) atas pasar kripto spot.

Implikasi bagi Investor

Kombinasi data inflasi yang menguntungkan dan potensi kejelasan regulasi telah menciptakan prospek positif bagi investor cryptocurrency. Lingkungan inflasi yang terkendali menunjukkan bahwa suku bunga kemungkinan akan tetap stabil, membuat aset berisiko lebih menarik.

Original Sources
03

Source References

Click any source to view the original article in a new tab

Story Info

Published
11 hours ago
Read Time
11 min
Sources
1 verified

Topics Covered

Cryptocurrency MarketUS Inflation DataFinancial Regulation

Key Events

1

US Inflation Data Release

2

Cryptocurrency Price Surge

3

Regulatory Development in Crypto Market

Timeline from 1 verified sources