Key insights and market outlook
BNI (BBNI) melaporkan laba bersih Rp18,62 triliun untuk 11 bulan pertama tahun 2025, turun dari Rp19,18 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Pendapatan bunga bersih mencapai Rp35,43 triliun, dengan total kredit yang disalurkan meningkat 11,23% YoY menjadi Rp822,59 triliun. Dana pihak ketiga (DPK) melonjak 21,41% YoY menjadi Rp951,58 triliun, didorong oleh pertumbuhan deposito dan giro. Meski ada pertumbuhan positif di area kunci, analis mencatat bahwa biaya operasional tetap menjadi tantangan untuk perbaikan lebih lanjut.
BNI (BBNI) mencatat laba bersih sebesar Rp18,62 triliun untuk sebelas bulan pertama tahun 2025, sedikit menurun dari Rp19,18 triliun pada periode yang sama tahun 2024. Kinerja keuangan bank menunjukkan hasil yang beragam dengan pertumbuhan positif dan area yang perlu diperhatikan.
Penyaluran kredit BNI mencapai Rp822,59 triliun pada November 2025, menandai peningkatan sebesar 11,23% dari Rp739,53 triliun pada November 2024. Pertumbuhan ini menunjukkan fokus bank dalam memperluas aktivitas pinjaman.
Dana pihak ketiga (DPK) bank tumbuh signifikan menjadi Rp951,58 triliun, peningkatan sebesar 21,41% dari Rp783,78 triliun tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh:
Trioksa Siahaan, Senior Vice President LPPI, mencatat bahwa meskipun kinerja keuangan BNI menunjukkan pertumbuhan positif di area kunci, ketergantungan bank pada deposito berbiaya tinggi dan inefisiensi operasional tetap menjadi tantangan signifikan. Ia menyarankan bahwa mencapai pertumbuhan laba yang substansial akan memerlukan peningkatan efisiensi biaya operasional yang signifikan.
Hasil keuangan BNI untuk 11 bulan pertama tahun 2025 menunjukkan kemampuan bank dalam mengembangkan portofolio pinjaman dan mobilisasi deposito. Namun, sedikit penurunan laba bersih menyoroti perlunya manajemen biaya yang lebih baik dan efisiensi operasional untuk mempertahankan profitabilitas di lingkungan perbankan yang kompetitif.
Financial Results Announcement
Credit Growth
Deposit Mobilization