Key insights and market outlook
Meskipun premi bancassurance turun 4,2% YoY menjadi Rp 55,28 triliun pada Q3 2025, Bank Negara Indonesia (BNI) melaporkan pertumbuhan premi 9,5% YoY hingga November 2025. Kanal bancassurance industri tetap dominan dengan pangsa 41,49% dari total premi asuransi jiwa. Pertumbuhan BNI didorong oleh penawaran produk yang relevan di berbagai segmen.
Kanal bancassurance, yang merupakan metode distribusi penting untuk produk asuransi jiwa di Indonesia, mengalami penurunan premi 4,2% YoY pada kuartal ketiga 2025, turun menjadi Rp 55,28 triliun. Meskipun terjadi penurunan, Bank Negara Indonesia (BNI) berhasil mencapai pertumbuhan premi 9,5% YoY hingga November 2025. Menurut Henny Eugenia, General Manager Divisi Wealth Management BNI, pertumbuhan positif ini didukung oleh penawaran produk yang relevan dengan segmen pelanggan tertentu.
Kanal bancassurance tetap menjadi komponen penting dalam industri asuransi jiwa Indonesia, menyumbang 41,49% dari total pendapatan premi yang mencapai Rp 133,22 triliun. Hal ini menunjukkan preferensi yang terus berlanjut terhadap bancassurance di kalangan konsumen. Meskipun terjadi penurunan premi bancassurance secara keseluruhan di industri, keberhasilan BNI menunjukkan kemampuan bank untuk menghadapi kondisi pasar yang menantang melalui penawaran produk dan kapabilitas distribusi yang strategis.
Kinerja positif BNI dalam bisnis bancassurance sangat menonjol mengingat penurunan di tingkat industri. Prestasi ini tidak hanya menggarisbawahi kekuatan BNI dalam manajemen kekayaan, tetapi juga menyoroti potensi bank untuk menghasilkan pendapatan berbasis komisi yang signifikan melalui bancassurance. Seiring industri terus berkembang, bank-bank dengan kapabilitas bancassurance yang kuat kemungkinan akan tetap kompetitif dalam lanskap layanan keuangan.
Bancassurance Premium Growth
Life Insurance Industry Performance