Key insights and market outlook
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) telah menutup sementara 12 kantor cabang di Sumatera Utara karena banjir parah dan kondisi cuaca ekstrem sejak 25 November 2025. Penutupan ini berdampak pada Area W01, di mana curah hujan tinggi telah menyebabkan gangguan jaringan komunikasi dan kesulitan transportasi. BNI telah menginstruksikan nasabah untuk menghubungi call center mereka untuk informasi lebih lanjut dan akan memperbarui status setelah operasional kembali normal.
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), atau BNI, telah mengambil langkah pencegahan dengan menutup sementara 12 outlet layanan di Area W01, Sumatera Utara. Keputusan ini diambil setelah wilayah tersebut mengalami banjir besar dan kondisi cuaca ekstrem mulai dari 25 November 2025. Curah hujan yang tinggi di daerah tersebut tidak hanya menyebabkan banjir luas, tetapi juga mengakibatkan gangguan pada jaringan komunikasi dan akses transportasi, yang secara langsung berdampak pada aktivitas operasional kantor-kantor layanan BNI.
Kantor cabang tertentu yang telah ditutup sementara mencakup berbagai lokasi di Sumatera Utara. BNI telah secara proaktif menyarankan pelanggan yang memerlukan informasi lebih lanjut atau bantuan untuk menghubungi call center khusus mereka di 1500046. Bank telah berkomitmen untuk memberikan pembaruan tentang status operasional cabang-cabang yang terkena dampak segera setelah mereka kembali normal.
Banjir di Sumatera Utara, bersama dengan daerah lain yang terkena dampak seperti Aceh dan Sumatera Barat, telah memberikan dampak yang menghancurkan. Per tanggal 29 November 2025, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan kerugian kemanusiaan yang signifikan, dengan 174 nyawa melayang, 79 orang hilang, dan 12 orang terluka di tiga provinsi tersebut. Sumatera Utara sangat terdampak, dengan 116 kematian yang dilaporkan dan 42 orang masih hilang. Bencana ini juga telah menyebabkan gangguan infrastruktur yang signifikan, termasuk penutupan rute transportasi utama.
BNPB, yang dipimpin oleh Suharyanto, telah aktif terlibat dalam mengkoordinasikan upaya bantuan dan menilai kerusakan. Beberapa titik evakuasi telah didirikan, dengan Mandailing Natal memiliki delapan lokasi seperti itu, terutama di kecamatan Siabu, Muara Batang Gadis, dan Batahan. Upaya untuk memulihkan akses ke daerah-daerah yang terkena dampak terus berlanjut, dengan pengerahan peralatan berat untuk membersihkan jalan dan memulihkan konektivitas.
Situasi tetap dinamis, dengan BNPB terus memantau dan memperbarui status wilayah yang terkena dampak. Keputusan BNI untuk menutup sementara cabangnya mencerminkan komitmennya untuk memprioritaskan keselamatan pelanggan dan karyawannya selama periode yang menantang ini.
BNI Branch Closures Due to Flooding
Operational Disruption in North Sumatra